Hasto Kristiyanto ‘Tantang’ Mahasiswa

H. Adi Bermasa (Wartawan Senior)

DOSEN Ilmu Pertahanan, Hasto Kristiyanto bicara lantang di Universitas Andalas (Unand). Ia menyerukan untuk melenadani jiwa kepemimpinan negarawan para pendiri bangsa yang mayoritas berasal dari Sumbar. Bahkan, ia menantang mahasiswa Unand untuk membuat konferensi Mahasiswa Asia Afrika.

Tampaknya, Hasto bicara lantang untuk membangunkan Unand yang sedang tertidur pulas. Unand harus bangkit. Munculkan lagi semangat berjibaku. Munculkan nilai-nilai kebangsaan dan sekaligus menyiapkan jalan masa depan untuk Indonesia emas 2045.

Begitu bersemangatnya Prof. Hasto agar Unand mampu melahirkan Soekarno baru, Bung Hatta baru, Tan Malaka baru, Agus Salim, Syahrir, Natsir, dan Muhammad Yamin baru.

Mungkin saja dalam diri Hasto Kristiyanto sedang bergejolak ‘darah kecerdasan’ yang luar biasa. Ia mungkin sedang meneropong Indonesia dengan kacamata independennya. Terlihat jelas beragam problema yang sedang melanda Indonesia dengan beragam tantangan yang perlu kekompakan dalam mengatasinya.

Bagi banyak pemikir Indonesia yang berwawasan internasional pasti merasakan beragam keterbelakangan negeri ini. Untung saja, kebebasan berpendapat terjamin di negeri ini. Dengan demikian, beragam problema yang sedang dihadapi negeri ini terbuka nyata melalui pemberitaan bersumber dari kebebasan berpikir, seperti yang disampaikan Hasto Kristiyanto tersebut.

Bagaimanapun juga, Indonesia punya banyak cendekiawan hebat. Mereka mengabdi di berbagai lembaga bergengsi di negeri ini. Namun, masih banyak di antara mereka yang masih belum dilibatkan maksimal dalam membangun Indonesia. Sehingga, mereka hanya jadi ‘penonton’ perjalanan bangsa ini yang terkadang lamban mengatasi beragam hambatan. Sudah saatnya kehebatan alumni luar negeri dimaksimalkan perannya. Termasuk mereka yang berdomisili di berbagai daerah di tanah air.

Kita di Sumbar dipastikan juga punya banyak alumni luar negeri, mulai dari Eropa, Timur Tengah, Amerika, Australia, Jepang, dan negara maju lainnya. Sudahkah Pemprov saling bertukar pikiran dengan mereka berkaitan dengan kondisi daerah terkini?. Mereka harus diberdayakan dalam menata masa depan propinsi ini. Dipastikan, akan muncul pemikiran-pemikiran segar dari mereka tentang masa depan negeri ini.

Harus diakui, problema berkaitan dengan kesejahteraan di negeri ini masih jauh dari yang diharapkan. Namun kita tidak boleh putus asa. Kesejahteraan negeri ini perlu diraih, walau mencapainya dengan tertatih-tarih. Yang penting, semangat kebersamaan membangun wajib terus digelorakan. Hukum harus berada di garda terdepan menjerat mereka yang menggunting dalam lipatan. *

Related posts

Rayakan Idul Fitri dengan Gembira dan Penuh Syukur

Jalan Permindo, Kawasan Nyaman yang Harus Dipertahankan

Ironi yang Menyayat Hati