PESISIR SELATAN, KP – Pemrintahan Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan meraih penghargaan kategori SIMEP PEMDA dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kategori pemerintah daerah kabupaten yang memiliki komitmen terhadap perlindungan anak bersama tujuh daerah lainnya.
Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Bintang Prayoga bersama Ketua KPAI, Ai Mariati Sholihah, di Studio Grand Metro TV, Jakarta Barat, Kamis lalu (20/7). Penghargaan itu diterima langsung oleh Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua TP-PKK Titi Rusma Yul Anwar, Kepala Dinas Sosial Perlindungan Anak dan Perempuan Wendra Rovikto, dan pejabat terkait di lingkup Pemkab Pessel.
Bupati Rusma Yul Anwar mengatakan, pihaknya berkomitmen tinggi dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak, sebab mereka merupakan aset dan penerus bangsa, juga sesuai dengan visi-misi daerah yang fokus terhadap pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
Bupati Rusma mengucapkan terima kasih atas kepedulian semua pihak, terutama pada aparat penegak hukum, pemerhati anak, media massa, dunia usaha dan forum anak daerah. Ia mengatakan, penegakan Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak secara serius telah mengantarkan Pesisir Selatan menerima anugerah kabupaten peduli anak.
Bupati juga mengutuk keras segala bentuk intimidasi dan kekerasan terhadap anak. Tak hanya itu, bupati menekankan bahwa pendapat anak harus dihargai karena kebenaran bisa datang dari siapa saja tanpa memandang usia.
Ia menambahkan, Pemkab Pessel menjamin kelangsungan pendidikan dasar 12 tahun bagi anak sekaligus menyiapkan jaminan layanan kesehatan, sehingga kelak mereka menjadi generasi berdaya saing global. Pemkab Pessel, lanjutnya, terus meningkatkan pencegahan perkawinan terhadap anak, menghapus pekerja anak dan tindak pidana perdagangan orang serta eksploitasi anak.
“Di Pesisir Selatan tidak ada tempat bagi pelaku perundungan dan segala bentuk kejahatan terhadap anak karena mereka adalah aset sekaligus calon pemimpin dan penerus bangsa. Arah negara di masa datang sangat bergantung bagaimana cara memperlakukan anak saat ini. Jangan sampai Ibu Pertiwi kelak kehilangan putera-puteri terbaiknya. Semoga kepedulian kita bersama terhadap anak turut mengantarkan cita-cita Bangsa menuju Indonesia Emas di 2045,” kata Bupati Rusma Yul Anwar.
Sementara, Kepala Dinas Sosial Perlindungan Anak dan Perempuan Wendra Rovikto mengatakan, pihaknya terus meningkatkan koordinasi dan melakukan berbagai terobosan guna menekan kekerasan terhadap anak.
“Kita menggencarkan sosialisasi dan membentuk simpul-simpul perlindungan anak hingga ke pelosok nagari sehingga ruang gerak pelaku semakin sempit, ” katanya.
Ia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut melaporkan jika melihat atau mengetahui segala bentuk kejahatan, kekerasan, maupun intimidasi pada anak.
“Keselamatan dan identitas pelapor dilindungi Undang-undang. Laporkan ke penegak hukum, jangan biarkan anak anak jadi korban. Anak terlindungi, Indonesia maju,” sebut Wendra.
Selain Kabupaten Pesisir Selatan, penghargaan serupa juga diterima Kota Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Dompu, Kota Yogyakarta, dan Kota Mataram. (don/adv)