PESISIR SELATAN, KP — Sebanyak 120 guru dan kepala sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan Berbasis Data (PBD), yang digelar selama tiga hari sejak Senin (16/6) hingga Rabu (18/6) di Hotel Gizella, Kecamatan Bayang.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, membuka langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sudah menjadi kebutuhan mutlak bagi dunia pendidikan.
“Pemanfaatan TIK bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Ini penting untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, relevan, dan akuntabel,” ujarnya di hadapan para peserta.
Bupati Hendrajoni berharap, pelatihan serupa bisa digelar rutin setiap tahun sebagai wujud investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kalau ini bisa dijalankan dengan konsisten, saya yakin hasilnya akan terasa di ruang-ruang kelas kita,” ujarnya.
Bimtek ini menghadirkan dua narasumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumatera Barat, Maifil Eka Putra, dan Dr. Syarifuddin, yang membekali peserta dengan materi seputar strategi pemanfaatan data pendidikan, analisis capaian belajar, hingga perencanaan intervensi berbasis ‘Rapor Pendidikan’.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan, Salim Muhaimin menyebut, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem pendidikan yang lebih terukur dan adaptif.
“Kami ingin agar setiap kebijakan pendidikan dibangun dari data yang valid dan faktual. Dengan begitu, kebijakan bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SD, Lendra. Menurutnya, ‘Rapor Pendidikan’ menjadi alat diagnosis penting bagi satuan pendidikan dalam merancang strategi peningkatan mutu.
“Guru dan kepala sekolah dapat memahami kondisi riil sekolah dan menyusun intervensi yang sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya. (don)
