LUBUKBASUNG, KP – Puluhan guru dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di Kabupaten Agam belajar menulis buku biografi yang merupakan .
“Para peserta, guru SMP sederajat di Agam bagian barat, jumlahnya sebanyak 40 orang,” ujar Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Agam, Roza Linda, Selasa (18/7) di Lubuk Basung.
Dinas ini meluncurkan pelatihan bertajuk “Menulis Tanpa Tapi, Menulis Tanpa Nanti” sebagai bagian dari rangkaian Gebyar Literasi Kabupaten Agam yang diluncurkan belum lama ini.
Disampaikan lebih lanjut, pelatihan menulis tersebut dimaksudkan sebagai wahana belajar cepat bagi mereka yang memiliki bakat di dunia kepenulisan. “Untuk itu, kami sengaja mengundang narasumber expert yang telah banyak menulis buku, yakni Ketua Literasi Agam, Safrudin, dan Akademisi UMSB, Efriyoni,” sebutnya.
Ditambahkan, kegiatan Gebyar Literasi Kabupaten Agam dapat terselenggara atas dukungan dana pokok pikiran Safrudin, yang juga Anggota DPRD Kabupaten Agam.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, H. Edi Busti menyampaikan, kegiatan pelatihan menulis ini sangat tepat dilakukan di tengah krisis masyarakat literat.
Menurutnya, literasi merupakan tonggak utama penopang pendidikan. Sementara pendidikan merupakan gerbang yang menghantarkan masyarakat kepada kesejahteraan. “Untuk itu, kembangkan terus kemampuan membaca menulis, jangan menunggu, jangan merasa kehilangan waktu dengan aktivitas ini,” ucapnya.
Pihaknya juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian legislator dalam menyokong upaya memajukan dunia literasi di Kabupaten Agam. “Kemudian kepada para peserta, manfaatkanlah momentum ini untuk mengupgrade pengetahuan dan transfer ke anak didik,” ujarnya. (rzk)