PARIWISATA sangat erat hubungannya dengan pengembangan ekonomi lokal. Pariwisata berbasis potensi perdesaan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal karena melibatkan pemerintah, bisnis, masyarakat lokal, dan organisasi masyarakat.
Pariwisata dikaitkan dengan pengembangan ekonomi lokal karena tidak hanya membahas pariwisata sebagai unsur sektoral semata,m tetapi juga mencakup pemberdayaan semua pemangku kepentingan, terutama masyarakat.
Kepariwisataan di Kabupaten Padang Pariaman diharapkan menjadi sektor yang sangat strategis. Sebab, jika ingin membangun bisnis pariwisata yang bertahan lama, sangat penting untuk menggunakan pendekatan pembangunan berkelanjutan.
Pada dasarnya, kegiatan pembangunan selalu akan membawa pengaruh pada suatu wilayah, baik secara langsung atau tidak langsung. Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism Development) merupakan pendekatan yang telah menjadi agenda dunia kepariwisataan internasional melalui Konferensi Dunia Tentang Pariwisata Berkelanjutan. Konsep ini merupakan sebuah konsep ideal bagi pengembangan pariwisata di mana dalam pengembangannya, pariwisata harus mampu melakukan pengembangan tanpa merusak atau mengurangi nilai sumber daya yang ada. Hal ini dapat dilakukan sebagai upaya konservasi sumber daya agar tetap dimanfaatkan oleh generasi mendatang dan masa sekarang.
Pembangunan yang berkelanjutan merupakan dasar bagi pengelola pariwisata yang berkaitan dengan alam, lingkungan binaan, dan lingkungan sosial budaya agar dapat tetap melanjutkan pembangunan ekonomi. Selain itu, perlunya pelaksanaan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan karena konsumen yang semakin sadar dan menuntut suatu daerah tujuan wisata yang memperlihatkan kualitas lingkungan yang baik.
Nagari Salibutan berada di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat. Nagari Salibutan adalah nagari pemekaran dari Nagari Lubuk Alung. Di nagari ini kegiatan kepariwisataan terus berkembang. Hal ini juga dibuktikan dengan hadirnya dalam tiga tahun terakhir objek wisata Pemandian Lubuk Napa.
Lokasi objek wisata ini berjarak 30,4 km dari kampus utama Universitas Negeri Padang dan aliran airnya berasal dari Air Terjun Nyarai. Objek wisata ini sangat berpotensi untuk dikembangkan, selain air yang jernih untuk pemandian sebagai something to do dalam kegiatan kepariwisataan, juga ada something to see yaitu melihat pemandangan bukit barisan dan ikan larangan.
Objek wisata ini dikelola oleh masyarakat dengan tidak memungut biaya apapun, sehingga wisatawan lokal sangat tertarik untuk berwisata. Selain itu objek wisata ini juga bagian dari desa wisata nyarai yang masuk dalam 75 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2023.
Secara umum masih banyaknya potensi objek wisata Pemandian Lubuk Napa untuk dikembangkan, namun masih ada terdapat permasalahan yang dialami objek wisata ini seperti belum tersedianya fasilitas toilet dan sarana ibadah. Kedua fasilitas ini merupakan pertimbangan utama ketika pengunjung datang ke suatu objek wisata (Abror, 2020; Permadi, Darwini, Retnowati & Wahyulina, 2018).
Mulai dari hal itu, dosen-dosen Departemen Pariwisata Universitas Negeri Padang bekerjasama dengan pokdarwis desa Wisata Lubuk Nyarai melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh UNP. Kegiatan ini dilakukan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan fasilitas wisata di Pemandian Lubuk Napa, Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Program Pengabdian Kepada masyarakat ini diharapkan dapat menyelesaikan dua masalah yaitu belum adanya fasilitas toilet dan sarana ibadah serta kurangnya pengetahuan tentang cara mengelola toilet dan sarana ibadah bagi pokdarwis.
Dosen Departemen Pariwisata Universitas Negeri Padang (UNP) bekerjasama dengan pokdarwis desa Wisata Lubuk Nyarai, melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan fasilitas wisata di Pemandian Lubuk Napa, Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.
Program pengabdian dilaksanakan mulai bulan Agustus hingga Desember 2023 oleh Hijriyantomi Suyuthie, SIP, MM, dengan anggota Feri Ferdian, S.ST., MM, Ph.D.,CHE dan Nidia Wulansari, SE, MM. Pada pertemuan pertama dengan Wali Nagari Salibutan Jahidir SH dan perwakilan pokdarwis pada 12 Agustus 2023, wali nagari sangat mengapresiasi tim pengadian karena akan membangun toilet dan sarana ibadah di objek wisata Pemandian Lubuk Napa.
Menindaklanjuti hal tersebut, tanggal 15 September 2023 tim pengabdian telah memberikan bahan untuk pembangunan toilet dan sarana ibadah. Pembangunan toilet dan sarana ibadah ini dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat, yaitu melalui kegiatan gotong royong masyarakat dan pokdarwis.
Setelah pembangunan ini selesai, akan dilaksanakan pelatihan tentang manajemen toilet dan sarana ibadah di objek wisata. Pelatihan ini akan membahas pentingnya manajemen toilet dan sarana ibadah serta standar toilet di objek wisata.
Program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh UNP diharapkan dapat membantu dalam pengelolaan fasilitas toilet dan sarana ibadah di Pemandian Lubuk Napa. Dengan tata kelola yang baik, tentunya akan meningkatkan objek wisata dan menarik lebih banyak pengunjung, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat. *