PADANG, KP – Kepala Puskesmas Pauh, drg. Hj. Trisye Musfa membantah ada korban meninggal akibat serangan ajing gila yang mengamuk di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Selasa lalu (25/9).
Hal itu menanggapi beredarnya kabar bohong alias hoaks bahwa tiga orang meninggal dunia akibat gigitan anjing gila tersebut.
“Dipastikan kabar itu bohong, tidak ada warga yang jadi korban gigitan meninggal dunia,” kata Trisye, Kamis (28/9).
Ia memastikan, seluruh korban gigitan langsung mendapat tindakan medis di Puskesmas Pauh. Beberapa di antaranya ada yang dirujuk ke rumah sakit.
“Korban langsung mendapat penanganan, saat ini kondisi korban terus dipantau,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, setelah mendapat penanganan medis pasca-kejadian, seluruh korban diperbolehkan pulang namun wajib melakukan kontrol kesehatan pada Selasa pekan depan (3/9).
Ia mengungkapkan, dari 22 orang yang menjadi korban gigitan anjing, sebanyak 18 korban di antaranya merupakan warga Pauh. Sedangkan empat korban lainnya merupakan warga Lubuk Kilangan dan warga Lubuk Begalung.
Diberitakan sebelumnya, seekor anjing menyerang 22 warga di Kecamatan Pauh, Selasa (26/9). Anjing tersebut menyerang warga di kawasan Simpang Limau Manis dan akhirnya dibunuh warga di dekat Perumahan Karisma Permai, Lubuk Gajah, Kelurahan Pisang. Bangkai anjing tersebut kemudian diperiksa di labor dan pada Rabu (27/9) dinyatakan positif rabies.
Berikut inisial korban gigitan anjing rabies: UD (15 tahun) digigit pada paha kiri, Dd (52 tahun) digigit di bagian dada kanan, WA (24 tahun) digigit pada paha kanan, LS (40 tahun) digigit pada tangan kiri, FK (11 tahun) digigit di kaki kanan, DE (34 tahun) digigit di paha kiri, FA (22 tahun) digigit di kaki kiri, Yd (50 tahun) digigit di paha kanan. AA (10 tahun) digigit di bokong kiri, Sf (40 tahun) digigit di bagian mulut dan tangan.
Kemudian FS (28 tahun) digigit pada kaki kanan, Ar (8 tahun) digigit di tangan kiri, KI (10 tahun) digigit di tangan kiri, RE (17 tahun) digigit di betis kiri, RAF (12 tahun) digigit di betis kiri, AT (42 tahun) digigit di jempol kaki kanan, DA (8 tahun) digigit di betis kiri, dan ZZ (14 tahun) digigit di lengan kanan.
Sementara, tiga warga Lubuk Kilangan yang digigit anjing rabies yakni Wt (43 tahun) digigit di paha kiri, RP (56 tahun) digigit di paha kanan, RWA (7 tahun) digigit di pinggang kanan. Sedangkan warga Lubuk Begalung yang menjadi korban yakni HS (9 tahun) digigit di paha kiri.
POSITIF RABIES
Anjing yang menggigit 22 warga di Kecamatan Pauh itu dinyatakan positif rabies berdasarkan hasil pemeriksaan labor. Dinas Kesehatan Kota Padang akan terus memantau kondisi korban gigitan anjing tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati dikutip mengatakan, pasca-kejadian petugas kesehatan telah memberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) kepada seluruh korban. Vaksin ini diberikan untuk mencegah infeksi. Vaksin itu diberikan berlanjut setiap pekan, yaitu pada hari ke-7 dan hari ke-21.
Ia memastikan, korban gigitan risiko tinggi (risti) yang digigit dari bahu hingga ke kepala telah diberikan Serum Anti Rabies (SAR). Bahkan sudah dirujuk ke rumah sakit terdekat.
“Saat ini kita masih menunggu informasi kondisi korban tersebut,” jelasnya.
Ia mengimbau kepada seluruh warga untuk mewaspadai hewan yang berkeliaran. Seperti anjing, kucing maupun kera. Hewan tersebut bisa saja mengidap rabies dan membahayakan siapa saja ketika menggigit.
VAKSIKAN DIBAGIKAN SELAMA LIMA HARI
Usai kejadian menggemparkan itu, Pemko Padang membagikan vaksin rabies secara gratis kepada pemilik hewan.
“Kita membagikan vaksin rabies mulai Rabu (27/9) di Pauh,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani, Kamis (28/9).
Pembagian vaksin rabies di Kecamatan Pauh dilakukan selama lima hari, mulai 27 September hingga 1 Oktober mendatang. Sebanyak 500 vaksin disiapkan.
“Kita punya 1000 vaksin dan dibagi, untuk Pauh kita siapkan sebanyak 500 dosis,” terang Yoice.
Ia mengimbau kepada warga yang memiliki hewan peliharaan untuk sesegera mungkin melakukan vaksinasi. Hal ini guna mengantisipasi menyebarnya rabies pada hewan.
“Kami mengimbau warga untuk segera memvaksin hewan peliharaannya,” ujarnya. (kom/*)
