AGAM, KP — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat jumlah korban meninggal akibat rangkaian bencana alam berupa tanah longsor, banjir bandang, banjir, dan bencana terkait lainnya kembali bertambah menjadi 85 orang. Data tersebut dihimpun hingga Sabtu (29/11) pukul 20.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, mengatakan korban meninggal tersebar di lima kecamatan. Di Kecamatan Malalak, banjir bandang menerjang Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, mengakibatkan 10 orang meninggal masing-masing bernama Azmal, Kasmawati, Herman, Yusmaniar, Azir, Marnis, Gina, Dina, Aldo, dan Ernawati.
Selanjutnya, di Kecamatan Tanjung Raya, tanah longsor di Ariki, Nagari Dalko, menewaskan empat orang atas nama Safarudin, Emninar, Hafizah, dan Sumardi.
“Dua korban di Ariki belum teridentifikasi,” ujarnya.
Di Kecamatan Matur, tanah longsor di Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak, menyebabkan satu orang atas nama Rajibah meninggal dunia. Sementara di Nagari Nanlimo, Kecamatan Palupuh, satu korban meninggal tercatat atas nama Muhammad Daud.
Kecamatan Palembayan menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak akibat banjir bandang, yakni 55 orang. Mereka tersebar di beberapa jorong.
Di Jorong Koto Alam terdapat 22 korban meninggal atas nama Rika, Mawar, Manik, Ranti, Aisyah, Sinyur, Erik, Siaih, Siem, Agusri, Khaidir, Revan, Zara, Uci Suna, Kasmawati, Safarudin, Nabila, Iwik, Widya Ningsih, Nalla, Nabila, dan Defrizal.
Di Jorong Sumbayang (Sumbangan) terdapat 17 korban: Zahara, Iyen, Sidem, Febi, Iseh, Dewi, Aguih, Azam, Iwik, Abibi, Tek Da, Simal, Heru, Mimi, Ratih, dan Sidan.
Di Kampuang Tangah tercatat tujuh korban, yaitu Befriana, Rumi, Asmawati, Jun, Edi Ajo, Bustaman, dan Leni.
Adapun di Jorong Kampung Tangah Timur terdapat sembilan korban atas nama Memet, Mis, Pelangi, Piak Aluih, Celsi, Alif, Yurboy, Pudin, dan Sarianti.
“Selain itu, 12 korban di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, juga belum teridentifikasi,” tambah Rahmat.
Ia menjelaskan hingga kini masih terdapat sekitar 78 orang yang belum ditemukan. Rinciannya, lima orang hilang di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur; 24 orang di Kecamatan Tanjung Raya; dan 69 orang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Proses pencarian akan dilanjutkan pada Minggu (30/11) pagi dengan melibatkan tim gabungan terdiri atas BPBD Agam, Basarnas Padang, TNI, Lantamal II Padang, Polri, Damkar Agam, Satpol PP Agam, Dinas Sosial Agam, PMI Agam, Kelompok Siaga Bencana (KSB), pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, serta unsur terkait lainnya.
“Di lapangan, tim juga mendistribusikan makanan kepada warga yang terisolasi akibat banjir bandang dan tanah longsor,” kata Rahmat. (ant)