PADANG, KP — Curah hujan tinggi sejak Kamis subuh (27/11) memicu banjir di sejumlah titik di Kota Padang dan menyebabkan beberapa jembatan putus akibat luapan sungai.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, jembatan irigasi Gunung Nago Lambuang Bukik, Kecamatan Pauh, putus setelah dihantam luapan Batang Kuranji. Kondisi ini membuat akses warga Lambuang Bukik menuju kawasan Unand dan Pauh terhambat.
Luapan Batang Kuranji juga memutus Jembatan Jalan Inspeksi Kanal Banjir Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo. Jembatan yang patah tersebut tidak bisa dilalui kendaraan, sehingga akses warga Surau Gadang menuju Kampuang Olo terputus.
Di Kelurahan Gunung Sarik, jembatan Kampuang Tanjuang juga terban akibat meluapnya Batang Guo Kuranji. Jembatan ini tak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua, dan membuat akses warga Gunung Sarik ke Perumnas Belimbing terisolasi. “Dengan putusnya jembatan Kampuang Tanjung ini sehingga menyulitkan para siswa dan siswi SMPN 41 Padang untuk mengakses sekolah mereka,” ujar Anizar (56), warga Kuranji.
Jembatan Kampuang Tanjuang merupakan jalur penting yang menghubungkan kawasan lingkar Padang Pinggiran Kota (Papiko) dan menjadi rantai transportasi empat kecamatan: Lubuk Kilangan, Pauh, Kuranji, dan Koto Tangah.
Sementara itu, Jembatan Limau Manis RW 07 Kecamatan Pauh juga putus akibat banjir dan tidak bisa dilalui kendaraan.
Anggota DPRD Padang dari Fraksi Partai Golkar, Erianto Mahmuda, meminta Pemko Padang melalui OPD terkait segera meninjau kerusakan dan merencanakan pembangunan kembali jembatan-jembatan tersebut. “Karena jembatan sarana transportasi ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau OPD untuk memasang rambu peringatan di lokasi jembatan putus demi mencegah kecelakaan bagi pengguna jalan, khususnya pengendara roda empat dan roda dua.
Erianto mengingatkan warga, terutama masyarakat Nagari Pauh IX, untuk meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem diperkirakan masih berlanjut beberapa hari ke depan. Warga yang tinggal di lereng bukit diminta mewaspadai potensi longsor, sementara mereka yang bermukim di kawasan cekungan perlu mengantisipasi banjir. “Sedangkan warga di kawasan lekukan tentu harus mewaspadai dampak banjir,” ujarnya. (mkc)