LIMAPULUH KOTA, KP – Sebuah truk bermuatan dedak seberat 4 ton terperosok ke dalam lubang dengan kedalaman 3-4 meter akibat oprit jembatan amblas. Peristiwa ini terjadi di Simpang Sugiran, Jorong Bocah, Nagari Simpang Sugiran, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (6/3) sekitar pukul 11.00 WIB.
Pantauan KORAN PADANG di lokasi, dugaan sementara oprit jembatan amblas karena penimbunan yang tidak padat, sehingga tanah urukan di belakang abutment jembatan mengalami penurunan. Kemungkinan lainnya erosi akibat aliran air di bawah jembatan.
Peristiwa ini mengakibatkan putusnya hubungan lalulintas antara Simpang Sugiran dan Suayan. Hingga Rabu sore, warga setempat masih berusaha memindahkan muatan dedak dari truk yang terperosok ke dalam oprit jembatan yang amblas itu.
Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun sopir truk Fauzi (25 tahun) mengalami syok atas kejadian itu.
Kurniawan, keluarga sopir truk menuturkan, truk itu terperosok saat mobil hampir mencapai ujung jembatan. Namun tiba-tiba truk itu mundur dan terperosok ke dalam lobang. Menurutnya, truk tersebut berangkat dari arah Suayan menuju Koto Baru Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota.
Dari informasi di lapangan, jembatan tersebut baru selesai dibangun sekitar 6 bulan lalu. Sebelumnya, bagian oprit jembatan juga telah tergerus air. Secara teknis, pekerjaan oprit seharusnya ditimbun dengan padat kemudian dilakukan pengecoran agar menyatu dengan pondasi jembatan. Namun, terlihat bahwa bagian oprit jembatan tidak memiliki tanah timbunan. Sedangkan bagian pondasi jembatan terlihat berlubang dan amblas. Kondisi itu menyebabkan truk terperosok ke dalam lubang.
Akibat amblasnya oprit jembatan tersebut, kendaraan roda empat dari dan ke arah Suayan terpaksa harus melewati Simpang Batu Hampar dengan menempuh jarak yang lebih jauh. (dst)