Anggota DPRD Solok: Banyak Aspek yang Harus Dibenahi untuk Membangun Kabupaten Terbaik

SOLOK, KP – Impian masyarakat Kabupaten Solok, di bawah pimpinan Bupati H. Epyardi Asda, agar Kabupaten bumi penghasil bareh tanamo itu bisa menjadi Kabupaten Solok terbaik dari yang baik di Sumbar, tampaknya butuh waktu yang panjang dan perjuangan gigih dari pemimpinnya.

Anggota DPRD Kabupaten Solok, Septrismen, menyebutkan bahwa banyak hal yang harus dibenahi ke depannya untuk membangun Kabupaten Solok agar menjadi Kabupaten yang terbaik dari yang baik.

“Sebenarnya banyak yang harus kita benahi untuk membangun Kabupaten Solok, seperti sektor pertanian, pariwisata, pendidikan, olahraga, moralitas generasi muda serta sektor ekonomi kemasyarakatan dan juga lapangan kerja. Hal itu jelas tidak bisa kita kerjakan sendiri dan butuh kerjasama semua pihak, baik SKPD, DPRD, Depag, Camat, Walinagari, dan juga masyarakat itu sendiri agar berkomitmen untuk mau maju dan berubah, bukan hanya mengutuk,” jelas Septrismen, dalam sela-sela gorong-gorong massal di Dermaga Singkarak, Jumat (12/5).

Menurut Septrismen, dari segi perilaku masyarakat dan generasi muda saja, diperlukan kesadaran agar menjauhi narkoba atau terlena dalam hal-hal yang tidak bermanfaat dan harus mau mengubah kebiasaan buruk menjadi yang baik. Begitu juga dengan perilaku pemimpinnya.

Menurut Septrismen, faktor moralitas keponakan yang sangat segan kepada mamak yang beberapa tahun lalu masih menjadi kebanggaan bagi masyarakat Minang, sekarang seiring masuknya teknologi, seorang keponakan tidak lagi begitu menghargai mamaknya. Atau juga mamak itu sendiri yang tidak lagi menanamkan pendidikan moral kepada keponakannya.

“Maka dari itu, kita akan perbaiki dulu perlahan-lahan, seperti dengan program maghrib mengaji dan subuh berjamaah yang ada di zaman Bupati Gusmal dan Wakil Bupati Yulfadri. Jika ilmu agama sudah kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka saya optimis pembangunan fisik akan lebih mudah kita lakukan,” jelas Septrismen.

Politisi dari Partai Gerindra ini juga merasa prihatin, banyaknya kasus kriminal yang terjadi di Kabupaten Solok, seperti penyalahgunaan narkoba, menandakan bahwa moral masyarakat sudah banyak yang harus dibenahi, salah satunya dengan kembali ke agama.

“Pengawasan orang tua, guru, Walinagari, BMN, dan juga tokoh masyarakat sangat dibutuhkan agar kembali kepada aqidah agama. Jika itu sudah terlaksana, maka semua pembangunan yang kita rencanakan, seperti membangun pertanian, pariwisata, dan pendidikan, tentu akan terwujud,” pungkas Septrismen. (wan)

Related posts

PKB Sumbar Mulai Panaskan Mesin Partai

Varel Oriano Serap Aspirasi Petani Sawit Dharmasraya

Sumbar Butuh 200 Kantong Darah per Hari, Gerindra Ajak Semua Unsur Rutin Donor Darah