LIMAPULUH KOTA, KP – Sebanyak 21 orang ODGJ yang difasilitasi tim relawan Pak’Sa di LKS Aulia Rahmah Lampung untuk menjalani rehabilitasi dan terapi dinyatakan sudah stabil dan sudah dapat dipulangkan. Jika tak ada aral melintang, tim relawan Pak’Sa akan menjemput 21 orang itu pada Kamis nanti (25/5).
Koordinator Relawan Pak’Sa, Ferizal Ridwan mengatakan, sesuai informasi yang disampaikan pimpinan LKS Aulia Rahmah Lampung, 3 orang dari 21 ODGJ yang akan dijemput itu sulit untuk sehat betul karena ketiganya mengalami terlambat berpikir.
“Jadi, gangguan jiwanya itu diduga akibat step saat kecil dan menyebabkan keterbelakangan mental. Sementara yang lain sudah mengenali dirinya dan bisa bekerja untuk dirinya. Kita minta pihak keluarga nantinya mengubah pola, sikap, dan perhatian agar pasien tidak kambuh atau berulang. Demikian pula lingkungan sekitar, perlu mendukung individu pasien ODGJ setelah dilakukan rehab ini,” kata Ferizal Ridwan, Senin (22/5).
Ia mengucapkan terimakasih kepada Yayasan Aulia Rahmah Lampung dan para donatur yang telah memberikan bantuan donasi dan dukungan untuk proses rehabilitasi dan terapi penyembuhan ke-21 ODGJ itu.
Untuk penjemputan, kata Ferizal, pihaknya saat ini tengah mengumpulkan donasi.
“Selain itu, kita juga sekaligus mengantarkan 10 orang ODGJ lagi asal Kabupaten Limapuluh ke LKS Aulia Rahmah untuk menjalani rehabilitasi dan terapi,” ujarnya.
“Kendala utama kita saat ini adalah masalah pendanaan. Sebab, untuk satu pasien ODGJ kita membutuhkan dana Rp13 juta untuk 3 bulan rehab di sana. Dari 35 orang yang telah dibantu, hanya 4 orang di antaranya yang sanggup dibiayai pihak keluarga. Sedang yang lainnya berasal dari keluarga kurang mampu, malah mereka ada yang terlantar,” ujar Ferizal Ridwan.
Ia menambahkan, pihak Baznas Kabupaten Limapuluh Kota pada awalnya bisa membantu sebanyak Rp2 juta per orang. Tapi, Baznas hanya menyanggupi satu pasien per bulan. Sedangkan pihak Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, atau Pemkab Limapuluh Kota hingga saat ini masih belum memberi perhatian. (dst)