Bantu Pulihkan Trauma Anak Pascagalodo, FK UNAND Gelar Pendampingan Psikososial

by Faiz Ul Haq
A+A-
Reset

PADANG,KP — Sebanyak 39 siswa SDN 25 Koto Panjang, Lubuk Minturun, Kota Padang, mengikuti pendampingan psikososial melalui program Playful Resilience yang digelar Departemen Psikologi berkolaborasi dengan Departemen Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK UNAND), Selasa (27/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan membantu anak-anak yang terdampak banjir bandang atau galodo memulihkan kondisi psikologis melalui aktivitas bermain yang terstruktur dan menyenangkan.

Pendampingan berlangsung pukul 08.30 hingga 16.00 WIB. Peserta yang berasal dari kelas I hingga VI dibagi menjadi dua sesi, yakni pagi untuk siswa kelas I–III dan siang untuk siswa kelas IV–VI.

Ketua Departemen Psikologi FK UNAND, Dr. Rozi Sastra Purna, M.Psi., Psikolog, mendampingi kegiatan tersebut. Sementara itu, pelaksanaan program dipimpin Ketua Pelaksana Raisa Karima, S.Psi., M.Si., dengan melibatkan 15 dosen dan 14 mahasiswa sebagai fasilitator.

Raisa menjelaskan, Playful Resilience dirancang untuk menciptakan ruang aman bagi anak-anak agar mampu mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi secara positif, terutama setelah menghadapi bencana.

“Anak-anak merupakan kelompok yang sangat rentan mengalami tekanan psikologis pascabencana galodo. Melalui aktivitas bermain yang terstruktur ini, kami tidak hanya mengajak mereka bergembira, tetapi juga menyisipkan prinsip-prinsip resiliensi,” ujarnya.

Ia berharap pendampingan tersebut membantu anak-anak kembali merasakan keamanan, memperkuat ketangguhan diri, serta mengembangkan strategi positif dalam menghadapi situasi sulit selama masa pemulihan.

Pada sesi pagi, kegiatan diawali dengan senam bersama untuk membangun semangat dan interaksi antarsiswa. Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk mengikuti tiga pos permainan interaktif, yaitu Aku dan Perasaanku, Aku akan Mencoba, dan Bermain Bersamaku.

Melalui permainan tersebut, siswa diajak mengenali dan mengekspresikan perasaan, mengendalikan impuls, serta membangun empati dan kemampuan bekerja sama.

Sementara itu, sesi siang difokuskan pada siswa kelas IV–VI. Mereka mengikuti simulasi tantangan bermain yang melatih kesadaran diri dan kemampuan menyelesaikan masalah.

Tim pengabdian juga melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test, disertai pengamatan langsung terhadap dinamika emosi dan perilaku anak selama mengikuti kegiatan.

Rangkaian pendampingan ditutup dengan refleksi kelompok, pembagian bingkisan berupa makanan dan minuman, serta foto bersama. Antusiasme siswa selama kegiatan menjadi bagian dari pengalaman positif dalam membangun kembali suasana belajar yang menyenangkan.

Melalui kolaborasi lintas departemen ini, FK UNAND berupaya mendukung pemulihan kesehatan mental dan memperkuat ketangguhan psikologis anak-anak yang terdampak bencana di Sumatera Barat (fai)

 

 

 

 

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya0Tidak0