100 Personel Brimob Bangun Huntara di Kapalo Koto

Sejumlah personel Brimob Polda Sumbar sedang melakukan pemasangan rangka bangunan Huntara di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Senin (19/1). Sebanyak 100 unit hunian sementara ditargetkan rampung dalam waktu dekat guna menampung warga Kota Padang yang kehilangan rumah akibat bencana.

PADANG, KP — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui jajaran Satbrimob Polda Sumatera Barat menerjunkan 100 personel untuk membangun Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Langkah ini diambil untuk memastikan warga yang kehilangan tempat tinggal segera memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman sembari menunggu proses rehabilitasi permanen.

Kabagpenum Ropenmas Divisi Humas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menyatakan bahwa pembangunan ini merupakan instruksi langsung sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

Menurutnya, personel kepolisian dikerahkan untuk mempercepat pengerjaan fisik agar warga dapat kembali hidup dengan lebih tenang dan bermartabat.

“Pembangunan Huntara ini adalah wujud nyata kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Polri tidak hanya hadir dalam tugas menjaga keamanan, tetapi juga aktif dalam misi kemanusiaan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago, Selasa (20/1).

Target pembangunan di lokasi tersebut mencakup 100 unit Huntara yang dikerjakan secara bertahap. Hingga saat ini, progres pengerjaan di lapangan telah mencapai 80 persen.

“Seluruh tahapan pengerjaan dilakukan dengan mengedepankan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat guna memastikan bangunan memenuhi standar kelayakan hunian,” ujarnya.

Kombes Pol Erdi menambahkan, ketersediaan Huntara menjadi sangat krusial agar masyarakat penyintas bencana tidak terlalu lama berada di tenda-tenda darurat.

“Kami berharap hunian sementara ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Dengan adanya Huntara, warga bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih tenang. Respon masyarakat sangat baik, mereka merasakan langsung bahwa Polri benar-benar hadir  membantu ketika masyarakat membutuhkan pertolongan,” ucapnya.

Adapun pengerjaan 20 persen sisa bangunan ditargetkan rampung dalam waktu dekat agar seluruh unit dapat segera diserahterimakan kepada keluarga penerima manfaat di wilayah Pauh. (tns)

Related posts

13 Orang Terjaring Razia Kos dan Penginapan di Padang, Pemilik Abaikan Aturan

Padang Sahkan Perda Penguatan Lembaga Adat dan Budaya Minangkabau

Smart Surau Tingkatkan Aktivitas Keagamaan Pelajar, Pemko Siapkan Reward