2.050 Anak di Limapuluh Kota Terindikasi Stunting

stunting-ilustrasi

LIMAPULUH KOTA, KP – Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, bersama Badan Kependudukan dan Berencana Nasional (BKKBN) terus memaksimalkan upaya percepatan penurunan angka stunting, termasuk di Sumbar.

Politisi Partai Gerindra tersebut sejak beberapa waktu terakhir gencar melakukan sosialisasi, advokasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) penurunan stunting ke berbagai lapisan masyarakat. Kali ini, kegiatan tersebut diadakan di Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.

“Stunting menyebabkan gagal tumbuh pada anak dan perkembangan otak menjadi lambat,” kata Ade, di Gedung Pertemuan IPHI Kawasan Tanjung Pati, Rabu (13/12).

Menurutnya, pencegahan stunting mesti dilakukan sejak dini. Mulai dari mencegah pernikahan dini, hamil terlalu banyak, dan hamil terlalu tua. Selain itu, stunting juga bisa disebabkan kurang gizi kronis, tempat tinggal belum layak, pola asuh yang salah, dan lahir prematur.

Dengan pencegahan yang dilakukan serta gencarnya sosialisasi kepada berbagai unsur masyarakat, Ade berharao ke depannya yang akan lahir adalah generasi cerdas dan beraklah mulia.

2050 ANAK DI KABUPATEN 50 KOTA TERINDIKASI STUNTING

Sementara, Kepala Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Limapuluh Kota melalui Sub Koordinator Ketahanan Keluarga, Yulia Resmita menyebut, di kabupaten itu itu terindikasi ada 2.050 anak menderita stunting.

“Untuk itu perlu peranan semua pihak untuk mencegah dan mengatasi stunting. Penurunan angka stunting tidak hanya tugas ibu-ibu, namun juga bapak-bapak. Kita semua merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting,” ujarnya.

Sementara, Kepala BKKBN Sumbar diwakili Sekretaris Nova Dewita menyebut, jika seorang anak telah menderita stunting akan sulit diobati, namun stunting bisa dicegah.

“Untuk itu perlu dilakukan upaya intervensi, salah satunya kepada calon pengantin dan remaja agar tidak anemia atau kekurangan darah,” sebutnya.

Pencegahan stunting, lanjutnya, penting dilakukan agar generasi berikutnya lebih berkualitas. (dst)

Related posts

13 Orang Terjaring Razia Kos dan Penginapan di Padang, Pemilik Abaikan Aturan

Padang Sahkan Perda Penguatan Lembaga Adat dan Budaya Minangkabau

Smart Surau Tingkatkan Aktivitas Keagamaan Pelajar, Pemko Siapkan Reward