PADANG, KP — Ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Padang antusias mengikuti kegiatan servis motor gratis yang digelar Baznas Kota Padang di halaman kantor lembaga itu, Selasa (9/12). Sebanyak 300 pengemudi ojol mendapat layanan servis, ganti oli, dan pemeriksaan kendaraan ringan tanpa biaya.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Baznas Kota Padang bersama Pertamina Lubricants, Rumah BUMN Padang, Alfamart, Alfamidi, dan Bengkel Motor Z-Auto.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan program tersebut.
“Terima kasih kepada Baznas Kota Padang dan seluruh sponsor yang telah berpartisipasi. Kegiatan seperti ini bukan sekadar bantuan teknis, tetapi juga dukungan moral bagi para pengemudi ojol yang setiap hari bekerja keras di lapangan,” ujarnya.
Baca juga: Tanoto Foundation Salurkan 300 Paket Sembako untuk Pengungsi di Padang
Ia menambahkan bahwa nilai bantuan bukan ukuran utama, melainkan semangat kebersamaan yang hadir melalui aksi sosial ini.
“Ini adalah spirit kebersamaan. Mudah-mudahan kegiatan ini membangkitkan semangat kawan-kawan ojol, karena mereka tidak sendiri, ada kita semua yang peduli,” kata Maigus.
Sementara itu, Wakil Ketua III Baznas Kota Padang M. Mufti Syarfie menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari Baznas Peduli untuk memperkuat sinergi sosial antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Kami ingin memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya mereka yang bekerja keras di sektor informal seperti para pengemudi ojol,” tuturnya.
Ia berharap layanan gratis ini dapat meningkatkan keselamatan berkendara serta mutu layanan transportasi online di Kota Padang.
Pada kesempatan terpisah, bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor di Padang juga terus berdatangan. Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas dukungan Tanoto Foundation yang menyalurkan 300 paket sembako berisi beras, mie instan, susu UHT, biskuit kaleng, dan abon.
“Kami berterima kasih kepada Tanoto Foundation atas perhatian dan bantuannya. Dukungan ini sangat berarti bagi warga yang masih berada di pengungsian,” ujar Fadly.
Ia mengatakan pemerintah kota kini fokus pada rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk relokasi warga yang rumahnya rusak berat atau hanyut.
“Kita tengah mengupayakan penyediaan hunian sementara maupun pembangunan hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal,” jelasnya.
Perwakilan Tanoto Foundation, Dodi Saputra, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam mendukung penanganan bencana.
“Selain berfokus pada sektor sosial dan pendidikan, kami juga hadir dalam situasi kemanusiaan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Padang,” harap Dodi.
Berdasarkan data BPBD Kota Padang per 9 Desember, sebanyak 873 jiwa masih mengungsi. Sebanyak 11 orang meninggal dunia dan 2 lainnya masih hilang. Selain itu, terdapat 442 rumah rusak berat, 128 rusak sedang, dan 1.114 rusak ringan, serta sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur pemerintahan yang terdampak bencana akhir November lalu.