PARIAMAN, KP – Seorang remaja bernama Muhamad Sultan Khalis Gani (18 tahun) hilang terseret ombak di Pantai Sunua, Kota Pariaman, Minggu sore (31/5). Setelah dilakukan pencarian intensif, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin pagi (1/6). Jasad warga Korong Taluak Nibung, Nagari Sunua Barat, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman ini ditemukan pertama kali oleh nelayan setempat yang tengah menjala ikan.
Warga setempat, Mak Itam menceritakan, penemuan jasad korban berawal saat nelayan sedang menarik jaring yang telah dibentangkan di sekitar lokasi kejadian. Beberapa nelayan di atas kapal merasa heran karena jaring yang ditarik terasa sangat berat. Begitu jaring sampai di permukaan air, barulah terlihat sesosok jasad manusia yang tersangkut.
Nelayan kemudian melaporkan temuan tersebut kepada tim SAR gabungan yang sedang melakukan penyisiran di laut. Jenazah korban pun segera dievakuasi ke tepi pantai dan langsung dibawa ke rumah duka di Teluk Nibung untuk dikebumikan.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menyebut lokasi penemuan jasad korban berjarak sekitar 201 meter dari titik awal tempatnya mandi-mandi. Ia menjelaskan, musibah memilukan ini bermula pada Minggu sore (31/5) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, korban tengah mandi-mandi di tepi pantai bersama rekan-rekannya. Namun sekitar pukul 18.15 WIB, ombak besar tiba-tiba datang menghantam dan menyeret korban bersama seorang temannya yang bernama Rezki.
“Warga yang berada di sekitar lokasi beruntung berhasil menyelamatkan Rezki dari terjangan ombak, sedangkan korban Gani terseret arus dan hilang,” ujar Abdul Malik, Senin (1/6).
Upaya pencarian dilakukan sejak Minggu malam oleh BPBD Kota Pariaman melalui penyisiran di sepanjang bibir pantai. Memasuki Senin pagi, operasi SAR diperluas dengan mengerahkan tim gabungan berskala besar.
Tim gabungan tersebut melibatkan sedikitnya 7 personel KPP Padang, 2 personel TNI, 4 personel Polri, 17 personel BPBD Pariaman, 11 personel BPBD Padang Pariaman, 5 anggota PMI, 6 anggota Gorila Rescue, serta dibantu oleh sekitar 100 orang warga setempat yang ikut menyisir perairan. (wrm)