SOLOK, KP – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan dua rekomendasi penting menyusul peningkatan aktivitas kegempaan Gunung Talang di Kabupaten Solok.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (9/4), Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menegaskan bahwa masyarakat dilarang mendekat atau bermalam di kawasan Kawah Selatan dan Kawah Utama dalam radius 500 meter.
“Kami juga mengimbau agar tetap waspada terhadap potensi longsor di kawasan Kawah Selatan,” kata Wafid.
Rekomendasi ini muncul setelah peningkatan aktivitas kegempaan pada Selasa (8/4), yang didominasi oleh gempa tektonik jauh, berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api di Desa Lembang Jaya, Kabupaten Solok.
Secara visual, asap putih setinggi 10–50 meter tampak membumbung dari puncak gunung.
“Jika ada perubahan signifikan pada visual atau kegempaan, tingkat aktivitas Gunung Talang akan segera ditinjau ulang,” ujarnya.
Gunung Talang merupakan salah satu gunung api aktif di Sumatera Barat, berada dalam kompleks vulkanik yang terdiri dari kerucut Talang Jantan dan Talang Betina. Lokasinya berada di jalur aktif Segmen Sumani dan Segmen Suliti dari zona Sesar Besar Sumatera.
Gunung ini menjadi sorotan sejak erupsi besar 12 April 2005 yang menciptakan dua kawah aktif, yakni Kawah Utama dan Kawah Selatan. Erupsi tersebut diduga dipicu oleh gempa tektonik Mentawai bermagnitudo 6,8 yang terjadi dua hari sebelumnya. (ant)