ANGGOTA DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) aktif merespons persoalan-persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Diharapkan hal ini dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
Muzli M Nur: Kesejahteraan Petani dan Nelayan Harus Diperhatikan
Anggota DPRD Sumbar dari Partai Amanat Nasional (PAN), Muzli M Nur menegaskan bahwa kesejahteraan petani dan nelayan di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat (Pasbar) harus menjadi perhatian pemerintah. Tingkat kemiskinan di kedua daerah tersebut masih tinggi, sementara kondisi masyarakat nelayan di pesisir pantai Pasbar hingga perbatasan Sumatera Utara membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam hal modernisasi alat tangkap.
Ia menambahkan bahwa bantuan mesin tempel 15 PK dengan RPM tinggi sangat dibutuhkan untuk mengurangi risiko kecelakaan saat cuaca buruk.
“Dengan mesin RPM tinggi, para nelayan dapat melanjutkan perjalanan ke pulau terdekat untuk berlindung saat badai besar. Mesin yang tidak memenuhi standar, seperti mesin Dompleng, akan meningkatkan risiko kecelakaan,” katanya.
Di sektor pertanian, Muzli mencatat tantangan geografis yang dihadapi Kabupaten Pasaman, yang terletak di daerah kemiringan Bukit Barisan. Untuk itu, ia menyarankan pengembangan alternatif, seperti budidaya ikan air tawar.
Ilson Chong Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau yang Rusak Parah
Anggota DPRD Provinsi Sumbar daerah pemilihan Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, Ilson Chong, menyampaikan keprihatinannya terkait kondisi jalan Payakumbuh-Lintau yang sudah lama rusak parah dan belum juga diperbaiki.
Menurut Ilson Chong, masyarakat sudah lama berharap agar jalan penghubung antara Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, dan Kabupaten Tanah Datar itu segera diperbaiki. Bahkan, masyarakat telah beberapa kali melakukan aksi di jalan yang rusak tersebut. “Saya benar-benar merasakan betapa sulitnya melewati Jalan Payakumbuh-Lintau. Saat ini, kondisinya memang sangat parah,” ujar Ilson Chong.
Rafdinal: Komunitas Disabilitas Butuh Akses Lebih Baik ke Program Pemerintah
Anggota DPRD Sumbar dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rafdinal menyampaikan, bahwa belum semua komunitas disabilitas di Provinsi Sumbar mendapatkan program-program strategis dari pemerintah daerah (Pemda). Diharapkan ke depan, Pemda harus lebih aktif merangkul komunitas-komunitas yang ada.
Rafdinal mengatakan bahwa dari unsur pemerintah provinsi hingga pemerintah nagari diharapkan merangkul komunitas penyandang disabilitas yang ada. Banyak program Pemda yang berpihak kepada disabilitas, namun tidak semuanya terjangkau.
“Kebijakan pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota banyak yang berpihak kepada disabilitas, namun banyak juga yang kecil-kecil tidak mengetahui bagaimana cara mendapatkan akses tersebut,” katanya.
Endarmy: Kelangkaan Pupuk Subsidi Mengkhawatirkan
Anggota DPRD Sumbar dari daerah pemilihan Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman, Endarmy, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kelangkaan pupuk subsidi yang masih menghantui petani di Sumbar.
Ia menilai bahwa masalah ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah agar produksi dan pendapatan petani dapat meningkat.
Endarmy, yang merupakan politisi dari Partai NasDem, menegaskan pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap masalah kelangkaan pupuk subsidi.
Menurutnya, hal ini merupakan isu penting yang harus segera ditangani, terutama mengingat banyaknya petani yang kesulitan mendapatkan pupuk subsidi di hampir 19 kabupaten/kota, termasuk di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman.
Nanda Satria: Komitmen pada Peningkatan Kapasitas Pemuda
Terpilih sebagai anggota DPRD Sumbar periode 2024-2029, Nanda Satria menyatakan komitmennya terhadap pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Sumatera Barat, terutama generasi muda.
Bagi Nanda, pemuda sangat penting untuk memiliki keahlian atau skill sebagai modal mengarungi kehidupan yang penuh tantangan saat ini.
Apa pun bidang yang mau ditekuni, baik itu bisnis, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, politik, pemerintahan, serta lainnya, semua membutuhkan skill yang mumpuni dari anak-anak muda.
“Maka dari itu, untuk para pemuda, mari menyiapkan diri dengan mengasah skill. Jika kita tidak menyiapkan diri, kita tidak akan beruntung. Karena teori keberuntungan itu adalah ketika peluang bertemu kesiapan. Kalau pun peluangnya ada, namun kita tidak siap, ya tidak akan jadi,” ucap politisi NasDem ini. (*)