SOLOK, KP – Pemkab Solok menggelar rapat koordinasi tentang penanggulangan, pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di ruang rapat kantor Bapelitbang, Senin (9/10).
Rakor tersebut diikuti Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan, dan SDM Mulyadi Marcos, Asisten Pemerintahan dan Kesra Syahrial, Asisten Adminstrasi Umum Editiawarman, kepala OPD, kabag serta camat di lingkup Pemkab Solok.
Dalam arahannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok Medison mengakui kabut asap saat ini sudah semakin pekat di kawasan Kabupaten Solok. Hal ini perlu kewaspadaan terutama langkah yang akan diambil untuk penanganannya.
Ia mengimbau kepada seluruh camat, instansi, dan masyarakat agar menghindari pembakaran sampah atau sejenisnya, mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan menggunakan masker saat bepergian atau ketika beraktivitas di luar ruangan.
“Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla, akan dilakukan monitoring bersama oleh beberapa OPD terkait, seperti BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, dan seluruh Camat, serta membentuk tim pengawasan,” ujar Medison.
Kepada jajaran Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, sekda meminta agar membuat kebijakan tentang proses belajar mengajar di sekolah sesuai dengan kondisi saat ini di Kabupaten Solok.
Sementara, Asisten Pemerintahan dan Kesra Syahrial meminta seluruh tim monitoring agar menyiagakan peralatan-peralatan yang dibutuhklan.
“Khusus untuk anak sekolah, diimbau untuk menggunakan masker karena melihat kondisi saat ini belum mencapai tahap harus melakukan sistem pembelajaran daring,” ujar Syahrial. (wan)