Antri Air Hingga Malam, Masyarakat Kota Payakumbuh Ancam Demo

Masyarakat terpaksa harus antri menunggu air dari tangki Mobil PAMTIGO (PDAM).

PAYAKUMBUH, KP – Masyarakat Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang dan Kapalo Koto Ampangan Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh meradang akibat matinya air pelayanan Perumda Tirta Sago sejak beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut membuat masyarakat terpaksa harus antri menunggu air dari tangki Mobil PAMTIGO (PDAM).

Kondisi masyarakat yang menunggu antrian mobil tangki tersebut bahkan terlihat hingga malam hari. Meski mengeluh, mereka mengaku tak bisa berbuat banyak dan harus rela mengantri.

Dari pantauan, Rabu (31/7) di kelurahan tersebut akibat kesulitan air, warga terpaksa harus menyediakan ember penampung di depan rumahnya masing-masing menunggu mobil air dari Pamtigo datang.

Usut punya usut, ternyata air layanan PAMTIGO yang bersumber dari mata air di Tanjuang Bungo bersengketa dengan pemilik lahan. Kabarnya, ada pegawai Pamtigo yang merupakan pemilik lahan mata air yang tersinggung dengan perkataan atasannya di Pamtigo.

“Kondisi ini telah terjadi sejak beberapa hari terakhir akibat kemelut internal di Pamtigo tersebut, masyarakat se nagari menjadi korban,” ujar salah satu warga kepada wartawan.

Warga lainnya juga menyesalkan Direktur Pamtigo ada 3 orang, harusnya bisa menyelesaikan masalah ini tanpa menimbulkan kemelut yang panjang. “Mending direktur utamanya mundur saja, ndak becus bekerja, sudahlah air sering macet, sekarang mati,” tukuk warga lainnya kepada wartawan.

Masyarakat lainnya juga mengancam akan melakukan demo ke Pamtigo, bila air tak juga dihidupkan. (dst)

Related posts

13 Orang Terjaring Razia Kos dan Penginapan di Padang, Pemilik Abaikan Aturan

Padang Sahkan Perda Penguatan Lembaga Adat dan Budaya Minangkabau

Smart Surau Tingkatkan Aktivitas Keagamaan Pelajar, Pemko Siapkan Reward