Askot PSSI Sawahlunto Gelar Rapat Perdana Susun Kepengurusan 2025–2029

ASOSIASI Kota (Askot) PSSI Sawahlunto menggelar rapat perdana penyusunan kepengurusan PSSI periode 2025–2029. Rapat ini digelar di Sekretariat KONI Kota Sawahlunto, Minggu (18/5).

SAWAHLUNTO, KP – Asosiasi Kota (Askot) PSSI Sawahlunto menggelar rapat perdana penyusunan kepengurusan PSSI periode 2025–2029. Rapat ini digelar di Sekretariat KONI Kota Sawahlunto, Minggu (18/5).

Dalam rapat tersebut, Ketua Askot PSSI Sawahlunto, Roni Eka Putra menegaskan pentingnya seluruh pengurus yang terpilih benar-benar aktif dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas, bukan hanya sekadar tercantum namanya dalam Surat Keputusan (SK).

Ia mengajak semua pihak untuk bekerja dengan semangat kebersamaan demi kemajuan sepak bola di Sawahlunto. “Penyusunan pengurus ini bukan sekadar formalitas. Kita ingin semua pengurus bekerja aktif agar PSSI Sawahlunto tumbuh dan berkembang, serta dapat meraih hasil terbaik ke depannya,” ujar Roni.

Dari 19 klub sepak bola yang terdaftar di Kota Sawahlunto, 11 klub hadir langsung dalam rapat tersebut, sementara sisanya menyatakan siap menerima hasil keputusan rapat.

Proses penyusunan struktur organisasi dan komisi berjalan lancar dan penuh kekompakan. Pengurus baru PSSI Sawahlunto terdiri dari 11 komite dengan total 55 orang, ditambah dua komisi khusus: Komisi Disiplin dan Komisi Banding yang berjumlah 10 orang. “Setelah struktur ini terbentuk, SK pengurus akan segera kita kirimkan ke Asprov PSSI Sumatera Barat untuk pengesahan,” jelas Roni.

Dalam rapat tersebut juga dibahas agenda kegiatan awal pengurus, yakni pelaksanaan Turnamen Wali Kota Cup 2025, yang akan digelar pada awal Juli mendatang. Turnamen ini akan diikuti oleh seluruh klub sepak bola di Kota Sawahlunto. “Kegiatan ini akan menjadi langkah awal kita untuk menggairahkan kembali atmosfer sepak bola di Sawahlunto,” tutup Roni. (nto)

Related posts

Perbaikan Jalan Berlubang Dikebut, Jalur BOMRun Jadi Prioritas

Kunjungan Dewas BPJS, RSUD dr Rasidin Sampaikan Tantangan Layanan JKN

Edukasi Kesehatan Didorong, Risiko Kanker Usus Jadi Sorotan