Tokoh Masyarakat Nagari Sungai Kamuyang Dukung Sekolah Rakyat

DINAS Sosial Limapuluh Kota menggelar sosialisasi sekolah rakyat, Senin (19/5), di kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sungai Kamuyang. Hadir para Niniak Mamak, Bundo Kanduang, alim ulama, dan tokoh masyarakat.

LIMAPULUH KOTA, KP – Program nasional Sekolah Rakyat yang menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem mendapat sambutan positif di Kabupaten Limapuluh Kota. Sekolah berasrama ini akan dibangun di Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak.

Dukungan terhadap program ini mengalir dari berbagai pihak, termasuk tokoh adat, masyarakat, dan pimpinan daerah. Dalam sosialisasi yang digelar Dinas Sosial Limapuluh Kota, Senin (19/5), di kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sungai Kamuyang, para Niniak Mamak, Bundo Kanduang, alim ulama, dan tokoh masyarakat menyatakan dukungan mereka.

Tokoh masyarakat Hadrami menegaskan pentingnya program ini bagi masyarakat miskin yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas. “Saya sangat mendukung program nasional Bapak Presiden Prabowo ini. Jangan ditolak. Ini peluang besar bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk menggapai cita-cita,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengangkat martabat masyarakat miskin. “Selama ini sudah terlihat jelas batas antara masyarakat miskin dan kaya. Sekarang pemerintah hadir memberikan perhatian nyata. Ini patut disyukuri dan didukung,” katanya.

Dukungan Pimpinan DPRD dan Ketua KAN

Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota, Muhammad Fadhlil, turut menyuarakan dukungannya. Politisi PKS itu mengapresiasi langkah cepat Bupati dan Wakil Bupati dalam merealisasikan program Sekolah Rakyat. “Insya Allah kita sambut dengan tangan terbuka. Ini solusi konkret atas tingginya angka kemiskinan dan rendahnya akses pendidikan di daerah kita,” kata Fadhlil.

Sementara Ketua KAN Sungai Kamuyang, Irmaizar, menyebut program ini sangat tepat sasaran. “Kami menyambut baik program ini karena menyasar masyarakat miskin. Semua Niniak Mamak yang hadir juga menyatakan dukungannya,” ujar anggota DPRD Kota Payakumbuh itu.

Ia memastikan, tidak ada lagi keraguan dari masyarakat. “Sekolah Rakyat akan berdampak pada ekonomi lokal, seperti munculnya usaha kontrakan dan kebutuhan harian lainnya,” tambahnya.

Pihak nagari telah menyiapkan lahan 10 hektare di kawasan Baliang dari total 200 hektare tanah ulayat yang telah bersertifikat komunal HPL (Hak Pengelolaan Lahan).

Di tempat yang sama Kepala Dinas Sosial Limapuluh Kota, Indra Suriani, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat yang akan dibangun merupakan sekolah boarding bagi jenjang SD, SLTP, dan SLTA. Lokasinya telah disurvei oleh Kementerian PUPR. “Dari hasil survei, lokasi di Jorong Madang Kadok, Nagari Sungai Kamuyang memenuhi syarat. Kami segera mengurus pemecahan sertifikat ke ATR/BPN,” ujarnya.

Ia menambahkan, calon peserta didik akan direkrut berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Tidak boleh ada dari keluarga mampu. Proposal sudah diajukan dengan jumlah rombongan belajar (rombel) sebanyak 18 untuk SD, 9 untuk SLTP, dan 9 untuk SLTA,” pungkasnya. (dst)

Related posts

Perbaikan Jalan Berlubang Dikebut, Jalur BOMRun Jadi Prioritas

Kunjungan Dewas BPJS, RSUD dr Rasidin Sampaikan Tantangan Layanan JKN

Edukasi Kesehatan Didorong, Risiko Kanker Usus Jadi Sorotan