LIMAPULUH KOTA, KP – Tim peneliti Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menemukan indikasi kuat keberadaan sungai bawah tanah di sekitar lokasi fenomena sinkhole (lubang benam) di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota. Saluran air ini ditemukan berjarak sekitar 100 meter dari titik lubang yang muncul sejak awal Januari lalu.
Ahli geologi teknik Badan Geologi, Taufiq Wira Buana, menjelaskan bahwa temuan ini merupakan satu dari 11 indikasi gejala alam yang menyertai fenomena sinkhole di wilayah tersebut. Tim kini tengah meneliti keterkaitan antara saluran air tersebut dengan pembentukan lubang benam guna memastikan apakah saluran itu merupakan outlet utama dari aliran air di bawah tanah.
“Indikasi kuat kami bahwa adanya outlet saluran sungai bawah tanah sinkhole. Temuan ini akan dipelajari lebih jauh, termasuk kemungkinan penyebab terbentuknya saluran aliran air itu,” ujar Taufiq Wira Buana di Limapuluh Kota, Kamis (12/2).
Selain menemukan saluran air, tim peneliti juga mengidentifikasi adanya batuan vulkanik berupa tuf lapili berwarna krem di sekitar lokasi. Keberadaan batuan ini mengindikasikan telah terjadinya erosi internal atau soil piping, yaitu proses pengikisan tanah di bawah permukaan oleh aliran air yang akhirnya membentuk lorong-lorong atau lubang.
Taufiq menambahkan, hasil pengujian kualitas air di lokasi menunjukkan kadar keasaman (pH) berada di angka 5,6. Angka ini cenderung agak asam karena masih berada di bawah angka netral. Pengujian sampel batuan dan air ini sangat krusial untuk memastikan sifat keteknikan tanah serta tingkat kerawanan wilayah tersebut di masa depan.
Meski demikian, Badan Geologi meminta masyarakat tetap tenang dan bijak dalam menyerap informasi. Taufiq menegaskan bahwa tidak semua tanda-tanda yang ditemukan membahayakan keselamatan jiwa, namun penelitian mendalam tetap diperlukan sebagai langkah mitigasi bencana bagi warga Nagari Situjuah Batua. (ant)