BRIN Tinjau Pembuatan Gula Merah dari Air Batang Sawit di Pasbar

Proses pengambilan air batang kelapa sawit di Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, yang akan dijadikan gula merah.

PASAMAN BARAT, KP – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengunjungi Kabupaten Pasaman Barat untuk melihat secara langsung proses pengolahan gula merah dari air batang kelapa sawit.

“Kami melihat secara langsung pembuatan gula merah dari batang kelapa sawit. Kami juga ingin membantu menemukan solusi dari kendala-kendala petani dalam pembuatan gula merah,” kata Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah Oetami Dewi, Kamis (25/7).

Menurutnya, perlu sinergi dari pemkab, pemprov, dan BRIN dalam membuat kajian-kajian yang dibutuhkan oleh daerah

“Kami menyambut baik setiap usulan-usulan dari daerah yang membutuhkan kajian BRIN. Daerah jangan segan untuk berkoordinasi dengan BRIN,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kendala dalam pembuatan gula merah dari air batang sawit adalah belum maksimalnya hasil yang diperoleh petani karena masih sering gagal. Ia berjanji akan menindaklanjuti hasil kunjungannya ini melalui kajian mendalam di BRIN.

“Mohon doa semua pihak supaya BRIN bisa menemukan formula yang tepat dalam pembekuan air batang sawit hingga menjadi gula merah yang berkualitas,” sebutnya.

Sementara, Asisten III Pemkab Pasaman Barat Raf’an mengucapkan terima kasih atas kunjungan BRIN melihat langsung proses pengambilan air kelapa sawit yang diolah menjadi gula merah.

“Dengan kajian BRIN diharapkan gula merah dari batang kelapa sawit ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi petani sawit,” katanya.

Di tempat yang sama, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bappelitbangda Pasaman Barat Ikhwanri mengharapkan ada kajian yang lebih mendalam oleh BRIN terhadap pembuatan gula merah dari batang sawit. Hingga saat ini, belum ada formula yang lebih tepat dan menguntungkan secara ekonomis kepada petani perajin gula merah.

“Kami sudah mengusulkan kajian melalui Balitbang Provinsi Sumbar serta sudah melakukan kunjungan ke Medan dan ke Bengkulu, namun belum menemukan hasil yang maksimal,” katanya.

Ia menerngkan, sejauh ini hasil olahan petani dari tetesan air pohon kelapa sawit yang sudah ditumbangkan menjadi gula merah masih tergolong kurang berhasil. Hanya satu kali yang berhasil menjadi gula merah dari sepuluh kali percobaan.

“Mudah-mudahan nanti dari hasil kajian BRIN dapat meningkatkan produksi gula merah dan menambah penghasilan petani,” tuturnya. (ant)

 

Related posts

Hari Kelima, Dua Pelajar SD Tenggelam di Pantai Ujung Karang Masih Dicari

Digerebek Warga, Sepasang Kekasih Diamankan Satpol PP di Parupuk Tabing

312 Mahasiswa UNES Diterjunkan Verifikasi Padang Rancak Award