Bukan Kelangkaan, Hiswana Migas Sebut Antrean di SPBU Akibat Keterlambatan Distribusi

Ketua Hiswana Migas Sumbar Ridwan Hosen berdialog dengan salah seorang pengemudi angkutan saat meninjau ketersediaan pasokan dan pelayanan di salah satu SPBU di Sumatera Barat, Selasa (7/7).

PADANG, KP — Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sumatera Barat memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) berada dalam kondisi aman.

Antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) beberapa waktu terakhir bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan akibat melambatnya proses distribusi karena hambatan kemacetan dan perbaikan infrastruktur jalan.

Ketua Hiswana Migas Sumbar, Ridwan Hosen menegaskan, seluruh produk BBM mulai dari Pertalite, Biosolar, hingga varian nonsubsidi lainnya tersedia dalam jumlah memadai. Keterlambatan pengiriman murni dipicu oleh gangguan prasarana transportasi di beberapa titik jalur pengiriman utama menuju SPBU.

“Yang terjadi bukan kelangkaan BBM. Baik Pertalite, Biosolar serta bbm non subsidi lainnya, semua produk tersedia. Distribusi hanya melambat karena ada gangguan prasarana transportasi. Di beberapa titik sedang dilakukan perbaikan sehingga pengiriman BBM ke SPBU menjadi terlambat,” ujar Ridwan, Selasa (7/7).

Pihaknya mengapresiasi respons cepat Pertamina Patra Niaga yang langsung memaksimalkan operasional logistik guna mengurai hambatan. Langkah tersebut meliputi percepatan jam operasional terminal BBM menjadi mulai pukul 00.00 WIB dari yang biasanya pukul 06.00 WIB, penambahan armada mobil tangki, hingga koordinasi pengawalan armada bersama pihak kepolisian menembus titik kemacetan.

Kendati demikian, Ridwan menilai situasi ini menjadi momentum penting bagi penguatan ketahanan energi daerah. Pihaknya mendorong adanya penambahan fasilitas ‘integrated terminal’ baru di Sumbar sebagai penyangga pasokan agar kapasitas penyimpanan lebih besar dan distribusi logistik menjadi lebih fleksibel saat terjadi kendala transportasi atau bencana di masa mendatang.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak panik maupun melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying). Seluruh pengelola SPBU di Ranah Minang dipastikan tetap beroperasi normal dan siap melayani kebutuhan harian kendaraan masyarakat dengan tertib. (fsc/*)

Related posts

Prakiraan Cuaca Sumatera Barat

Kawasan SSD Diusulkan Menjadi Proyek Strategis Nasional

Vaksinasi Gratis Digencarkan, Cegah Penyebaran PMK di Padang