TANAH DATAR, KP – Bupati Tanah Datar Eka Putra menyerahkan santunan asuransi dari Jasa Raharja Sumatera Barat kepada ahli waris tiga korban kecelakaan beruntun di Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Selasa (27/1). Penyerahan dilakukan di kantor wali nagari setempat, dihadiri pejabat terkait dan keluarga korban.
Kecelakaan maut itu terjadi Senin pagi (26/1), di jalan nasional Padang–Bukittinggi, melibatkan truk bermuatan 37,5 ton yang diduga mengalami rem blong. Truk tersebut menabrak sejumlah pengendara dan bangunan di sepanjang jalan. Kecelakaan itu menewaskan lima orang di mana tiga di antaranya warga Nagari Panyalaian bernama Jefrizal, Dian Febri, dan Alfizar.
“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Ini sudah menjadi suratan Allah SWT. Kita harus menerima dengan ikhlas. Semoga keluarga diberi ketabahan dan korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” kata Bupati.
Usai kejadian, Bupati langsung menugaskan wakil bupati ke lokasi. Ia juga memerintahkan rapat koordinasi segera digelar bersama Dinas Perhubungan Tanah Datar, PJR, dan Dinas Perhubungan Provinsi untuk mencari solusi permanen, termasuk kemungkinan pembangunan jalur pengaman seperti di jalan tol Jawa.
“Kami akan dorong langkah cepat agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
Bupati Eka Putra juga mengimbau pengemudi truk besar memanfaatkan rest area di Aia Angek untuk beristirahat dan mendinginkan sistem rem. Menurutnya, panas berlebih pada cakram rem kendaraan bertonase tinggi kerap jadi pemicu rem blong di jalur menurun ini.
Sebagai bentuk keberpihakan jangka panjang, Pemkab Tanah Datar akan memberikan beasiswa pendidikan bagi anak-anak korban yang masih sekolah.
Sementara, Wali Nagari Panyalaian mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kejadian itu.
“Kecelakaan di sini hampir jadi rutinitas tiap tahun. Hampir selalu ada korban jiwa,” katanya.
Pada kesmepatan itu, keluarga korban menyampaikan terima kasih atas respons cepat pemerintah dan Jasa Raharja. Mereka berharap upaya pencegahan benar-benar segera direalisasikan. (yon)