LUBUK SIKAPING, KP – Bupati Pasaman, Sabar AS, kembali meraih penghargaan Patritrana Award yang diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi di Padang, Senin (23/9).
Sejumlah kepala daerah kabupaten/kota turut menerima penghargaan pada kesempatan tersebut, di antaranya Penghargaan Kecelakaan Nihil (Zero Accident Award), Penghargaan Program P2-HIV/AIDS di Tempat Kerja, Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Patritrana), serta Penghargaan Pelaksanaan Perlindungan Pekerja melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit tingkat Sumbar 2024.
Bupati Pasaman, Sabar AS, meraih penghargaan dalam kategori Pelaksanaan Perlindungan Pekerja melalui DBH Sawit tingkat Sumbar 2024. Penghargaan ini diserahkan langsung Gubernur, Mahyeldi.
Kabupaten Pasaman merupakan salah satu dari tujuh daerah di Sumbar yang telah mengalokasikan anggaran untuk perlindungan pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan, dengan total 2.250 pekerja yang terdaftar mendapat jaminan keselamatan kerja.
“Sementara untuk Sumbar sendiri, terdapat lebih dari 25 ribu pekerja yang telah terdaftar,” ungkap Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbar-Riau Eko Yuyulianda.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang telah mengalokasikan perlindungan bagi tenaga kerja mereka.
Usai menerima penghargaan, Sabar AS menjelaskan bahwa Pasaman merupakan salah satu kabupaten di Sumbar yang menerima DBH sawit dari pemerintah pusat, yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan pekerja.
“Dengan adanya program BPJS Ketenagakerjaan ini, para pekerja, terutama di sektor sawit, dapat memperoleh jaminan keselamatan. BPJS Ketenagakerjaan telah berperan penting dalam menjamin keselamatan pekerja yang terdaftar. Kami berharap masyarakat juga mendaftarkan diri mereka guna mendapatkan perlindungan keselamatan dan kecelakaan kerja,” jelas Sabar AS.
Sabar AS, atas nama Pemerintah Daerah, menyampaikan rasa terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah bekerja sama dalam memberikan perhatian terhadap tenaga kerja. “Penghargaan ini adalah milik para pekerja dan masyarakat Pasaman,” tutup Sabar AS. (nst)