LIMAPULUH KOTA, KP – Partisipasi masyarakat Limapuluh Kota pada Pemilu 2019 lalu mencapai angka 80,85 persen. Bupati Safaruddin yakin angka tersebut dapat meningkat pada Pemilu 2024 jika semua pemangku kepentingan bekerja optimal dan bersinergi sesuai tugas masing-masing.
“Kita harus menjamin seluruh tahapan pemilu, terutama di wilayah-wilayah rawan bencana. Masyarakat harus diberikan kemudahan pada hari pemungutan suara tanggal 14 Februari mendatang agar kendala di lapangan tidak menghambat hak pilih mereka,” ungkap Bupati Safaruddin, saat memimpin rapat koordinasi pelaksanaan Pemilu 2024 di Aula Kantor Bupati, Sarilamak, Selasa (23/1).
Rapat dihadiri unsur forkopimda, termasuk Polres 50 Kota, Kodim 0306/50 Kota, Kejari Payakumbuh, Polres Payakumbuh, Ketua Pengadilan, Kepala Lapas, KPU, Bawaslu, dan 13 camat di Kabupaten Limapuluh Kota.
Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan tahapan pemilu. Bupati dan jajarannya berkomitmen memfasilitasi Pemilu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Salah satu upaya pemkab adalah jemput bola pelayanan bagi sekitar 4.000 masyarakat yang belum memiliki KTP. Disdukcapil bekerja 7 hari seminggu sebelum 14 Februari nanti,” tambah Bupati Safaruddin.
Bupati berharap agar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Pelaksanaan Pemilu 2024 semakin memperkuat koordinasi pemangku kepentingan untuk kelancaran tugas penyelenggaraan pemilu dan memberikan fasilitas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Marilah kita ciptakan pemilu yang lebih baik,” ajaknya.
Plt. Kepala Kesbangpol Limapuluh Kota Joni Amir yang juga Kepala Diskominfo selaku ketua panitia, menyampaikan harapannya agar semua pemangku kepentingan hingga tingkat kecamatan dapat bekerjasama dalam mensukseskan Pemilu 2024.
“Diharapkan kepada seluruh stakeholder berkolaborasi dalam memantau pelaksanaan [emilu serta menciptakan stabilitas daerah menjelang dan pasca pemilu,” ungkap Joni Amir. (dst)