SOLOK, KP — Wakil Wali Kota Solok, Suryadi Nurdal, memimpin rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral guna mengantisipasi ancaman rabies yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa masyarakat.
Pertemuan strategis ini digelar di ruang kerja Wakil Wali Kota, Senin (2/2), sebagai langkah preventif menyatukan gerak antara dinas kesehatan, dinas pertanian, dan unsur kecamatan di Kota Solok.
Dalam rapat tersebut, disepakati sejumlah langkah konkret yang meliputi penguatan edukasi kepada masyarakat, penanganan cepat kasus gigitan hewan penular rabies (HPR), serta pengawasan ketat terhadap hewan peliharaan. Fokus utama pemerintah adalah memastikan ketersediaan vaksinasi bagi hewan dan serum anti rabies (SAR) bagi manusia di pusat-pusat layanan kesehatan.
“Perlindungan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang solid dan respons cepat agar rabies dapat dicegah sedini mungkin,” tegas Suryadi Nurdal di hadapan jajaran pejabat yang hadir, termasuk Sekda Kota Solok Desmon dan Kepala Dinas Kesehatan Ardinal.
Ia menekankan bahwa penanganan rabies tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi. Kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Pangan dalam pengendalian populasi serta vaksinasi hewan harus berjalan selaras dengan kesiapan tim medis di Dinas Kesehatan dalam menangani korban gigitan.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok, Ade Kurniati, menyatakan pihaknya akan segera menginstruksikan tim di tingkat kecamatan, yakni Lubuk Sikarah dan Tanjung Harapan, untuk memetakan populasi anjing dan kucing milik warga. Langkah ini bertujuan untuk memastikan cakupan vaksinasi hewan peliharaan di Kota Solok mencapai target maksimal guna memutus rantai penularan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan setiap kasus gigitan hewan. Warga diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika terjadi kontak fisik dengan hewan yang menunjukkan gejala rabies. (bus)