PARIAMAN, KP – Wisata Sawah di Desa Pauh Timur, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman yang dibangun dengan Dana Desa (DD) sebesar Rp400 juta pada tahun 2021, kini terbengkalai dan tidak terawat. Beberapa bangunan tampak hancur, lapuk, bahkan roboh ke dalam sawah. Tiang penyangga juga terlihat goyah dan rapuh.
Kepala Desa Pauh Timur, Ulil Amri mengatakan, pihaknya berencana merehabilitasi destinasi wisata tersebut dengan bantuan dana dari pihak ketiga.
“Kami sudah mengajukan proposal untuk mendapatkan dana CSR dari Bank Nagari. Mudah-mudahan usaha ini berhasil,” kata Ulil Amri, Jumat (31/1).
Ia menjelaskan, saat pembangunan objek wisata itu telahselesai, pengelolaan dan pemeliharaannya diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun, sejak 2024, fasilitas di lokasi itu mulai mengalami kerusakan.
Sementara itu, pemerhati desa wisata, Roskiman, menilai kurangnya perencanaan yang matang menjadi penyebab wisata sawah terbengkalai dan berujung pada pemborosan anggaran dana desa.
“Dengan anggaran Rp400 juta, seharusnya pembangunan dilakukan dengan perencanaan yang matang. Ini menimbulkan pertanyaan, apakah dana sebesar itu benar-benar digunakan sepenuhnya untuk membangun destinasi wisata yang hanya berbahan kayu dan bambu,” ujar Roskiman. (wrm)