Dinas Kesehatan: Belum Ditemukan Kasus Mpox di Pariaman

Rio Arisandi

PARIAMAN, KP – Pemerintah Kota Pariaman menyosialisasikan terkait cacar monyet atau Monkeypox (Mpox) guna mengantisipasi agar warga tidak terpapar penyakit tersebut.

“Sejauh ini di Pariaman belum ditemukan kasus Mpox, namun kita harus mengantisipasi agar warga tidak terpapar penyakit ini,” kata Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pariaman Rio Arisandi di Pariaman, Rabu (11/9).

Ia mengatakan, pencegahan dilakukan karena banyak warga Pariaman yang melakukan perjalanan, sehingga potensi terpapar Mpox cukup besar. Oleh karena itu diperlukan sosialisasi agar warga Pariaman dapat mengetahui upaya pencegahan agar tidak sampai terpapar. “Sosialisasi bersifat khusus untuk Mpox belum ada, tapi sosialisasi kami sisipkan saat kegiatan lainnya,” katanya.

Selain itu, kata dia, Dinkes Pariaman sudah meneruskan edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terkait Mpox ke puskesmas dan RSUD yang ada di daerah tersebut agar dapat mengambil tindakan tepat saat menemukan pasien yang memiliki gejala terpapar penyakit itu. Puskesmas, lanjutnya, dapat menyosialisasikan terkait Mpox langsung kepada warga.

Ia menyebut, ciri-ciri terpapar Mpox di antaranya kulit mengalami ruam seperti cacar air pada umumnya serta gatal. Jika ada warga yang merasakan gejala tersebut diminta untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Rio menyebutkan langkah antisipasi yang dapat dilakukan agar tidak terpapar penyakit tersebut yaitu meningkatkan imun tubuh dan menerapkan protokol kesehatan mulai dari rutin cuci tangan pakai sabun serta hindari kontak fisik dengan orang yang terpapar atau benda yang baru disentuhnya.

Bila perlu, gunakan pakaian tertutup saat perjalanan guna mengurangi potensi bersentuhan langsung dengan orang yang terpapar cacar monyet.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memperketat skema pemeriksaan kesehatan terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang mengunjungi Indonesia, termasuk yang bertindak sebagai tamu undangan negara guna mencegah masuknya virus Mpox. “Peningkatan kewaspadaan khususnya di pintu masuk negara, misal seperti membuat kuesioner bagi WNA yang menjadi tamu undangan negara,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Yudhi Pramono dalam konferensi pers yang digelar secara daring di Jakarta. (ant)

Related posts

Remaja Terseret Ombak di Pantai Sunua Ditemukan Meninggal

Ketua DPRD Sumbar Ajak Perkuat Persatuan dan Nilai ABS-SBK

Wawako Payakumbuh: Pancasila Fondasi Persatuan dan Perdamaian Dunia