Distribusi Pupuk Bersubsidi dan Irigasi Jadi Sorotan di Rakor Pertanian Kabupaten Solok

BUPATI Solok, Jon Firman Pandu dan Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian RI, Dr. Jexvy Hendra bersama pihak terkait foto bersama usai Rapat Koordinasi Pupuk Bersubsidi dan Sosialisasi Kegiatan Irigasi Perpompaan yang digelar Jumat (1/8) di Gedung Solok Nan Indah

SOLOK, KP — Pemerintah Kabupaten Solok menyoroti kembali pentingnya distribusi pupuk bersubsidi yang tepat sasaran serta penguatan sistem irigasi perpompaan sebagai solusi nyata atas tantangan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan.

Dalam Rapat Koordinasi Pupuk Bersubsidi dan Sosialisasi Kegiatan Irigasi Perpompaan yang digelar Jumat (1/8) di Gedung Solok Nan Indah, Bupati Solok Jon Firman Pandu menekankan bahwa program bantuan pertanian harus betul-betul menyentuh kebutuhan petani di lapangan, bukan sekadar formalitas administratif.

“Pupuk bersubsidi harus sampai ke tangan petani yang benar-benar membutuhkan. Ini bagian dari komitmen kita untuk mendukung ketahanan pangan sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden RI,” tegasnya.

Tak hanya soal distribusi pupuk, isu krisis air dan infrastruktur pertanian juga mencuat. Bupati menyebut irigasi perpompaan menjadi solusi mendesak, terutama bagi wilayah yang belum terlayani jaringan irigasi teknis. Sistem ini dinilai mampu menjawab tantangan iklim dan musim kering yang semakin sulit diprediksi.

Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian RI, Dr. Jexvy Hendra, dalam paparannya menyampaikan perlunya pengawasan ketat atas alur distribusi pupuk subsidi. Ia juga mendorong sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh, distributor, dan kelompok tani agar tidak terjadi kebocoran bantuan.

Rakor ini diikuti oleh perwakilan petani, penyuluh, wali nagari, dan distributor pupuk, serta menghadirkan sesi tanya jawab yang mengungkap berbagai kendala lapangan — mulai dari keterlambatan distribusi pupuk, ketidaksesuaian data penerima, hingga tantangan teknis pengadaan mesin pompa air.

Dengan rapat ini, Pemkab Solok berharap bisa menyusun langkah konkret dan memastikan kebijakan pertanian benar-benar berpihak kepada petani. Apalagi di tengah tekanan perubahan iklim dan tingginya kebutuhan produksi pangan daerah. (bus)

Related posts

Pencarian Resmi Dihentikan, Dua Pelajar Tenggelam di Padang Belum Ditemukan

DPRD Kabupaten Solok Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Tekankan Perbaikan Kinerja OPD

Tanah Datar–Mandailing Natal Perkuat Kolaborasi Pembangunan Antar Daerah