Dodi Arestu Perkuat Peran Ninik Mamak dan Bundo Kanduang di Era Modern

Kegiatan pembekalan bagi ratusan ninik mamak dan Bundo Kanduang di Kenagarian Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Selasa hingga Kamis (24–26 Juni 2025).

LIMAPULUH KOTA, KP – Prihatin atas bergesernya nilai adat dan budaya Minangkabau, Anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota dari Fraksi Demokrat, Dodi Arestu, menggelar kegiatan pembekalan bagi ratusan ninik mamak dan Bundo Kanduang di Kenagarian Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Selasa hingga Kamis (24–26 Juni 2025).

Kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini menggunakan anggaran Pokok Pikiran (Pokir) Tahun Anggaran 2025, bertujuan memperkuat peran pemangku adat di tengah tantangan budaya modern.

“Nilai-nilai seperti sopan santun, raso jo pareso, dan jati diri adat kita kini semakin terkikis. Ini momentum untuk memperkuat kembali peran ninik mamak dan Bundo Kanduang sebagai penjaga marwah budaya,” ujar Dodi dalam sambutannya di Sarilamak, Harau, Selasa (24/6).

Turut hadir dalam kegiatan bertema “Kita Tingkatkan SDM yang Berakhlak dan Berbudaya” itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Afri Efendi, Camat Gunuang Omeh Apri Yulianto, Ketua LKAAM Limapuluh Kota Zulhikmi, Ketua Bundo Kanduang Limapuluh Kota Ningsih, Wali Nagari Koto Tinggi Insanul Rijal, serta puluhan ninik mamak dan Bundo Kanduang setempat.

Dodi berharap, kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang agar peran ninik mamak dan Bundo Kanduang dalam pembangunan nagari semakin nyata.

Ketua KAN Koto Tinggi, Irfan Dt. Rajo Marajo, bersama pengurus lainnya menyambut baik inisiatif tersebut.

“Ini baru pertama kalinya ada kegiatan semacam ini untuk pemangku adat kami. Kami sangat mengapresiasi perhatian Bapak Dodi Arestu dan berharap Pemkab juga memberi perhatian serupa,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wali Nagari Koto Tinggi Insanul Rijal menyatakan bahwa peningkatan kapasitas pemangku adat sangat penting, terutama dalam menghadapi tantangan kemajuan teknologi dan budaya luar. “Peran ninik mamak dan Bundo Kanduang dalam pembinaan anak keponakan sangat vital. Mereka adalah benteng adat yang harus diperkuat,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Gunuang Omeh Apri Yulianto menekankan pentingnya pelibatan pemangku adat dalam pembangunan nagari, sebagaimana telah diatur dalam Perda No. 1 Tahun 2018 tentang Pemerintahan Nagari.

“Ninik mamak itu ibarat batang beringin di tengah kampung, tempat baselo, tempat bersanda, tempat berlindung. Mereka tiang penyangga dalam masyarakat,” ujarnya mengutip pepatah adat Minangkabau. (dst)

Related posts

Investasi Rp2,2 Triliun Masuk Padang, Tiga Hotel dan Lapangan Golf Segera Dibangun

Pemko Padang Gandeng Ombudsman, Perkuat Layanan Publik

Nanda Satria Ajak Bundo Kanduang Perkuat Pendidikan Karakter Anak