PADANG PANJANG, KP – Festival Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Padang Panjang berlangsung meriah, Minggu (6/10), dengan lomba fashion show dan fotografi bertema ‘Minangkabau Tempo Doeloe’. Kegiatan yang digelar di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) ini menampilkan hasil karya desainer lokal serta fotografer muda anak nagari.
Sebanyak 30 model tampil anggun dalam busana tradisional Minangkabau, seperti baju Basiba, Tingkuluak, dan Deta, yang merepresentasikan gaya berpakaian khas Minangkabau pada zaman dahulu. Fashion show ini diikuti desainer muda dari Kota Padang Panjang, Bukittinggi, Padang, dan Payakumbuh.
Tim juri yang terdiri dari Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Sumbar, Yul Nursuud, anggota Pakar Model, Habil Fajrian, serta model senior, Fani Sarah, menilai penampilan para peserta berdasarkan konsep desain, kerapian jahitan, pemilihan bahan, serta keserasian tampilan secara keseluruhan.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Wahendra mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan sektor ekonomi dan pariwisata Sumbar, terutama di Padang Panjang.
“Kami melibatkan pelaku ekonomi kreatif, desainer, dan fotografer lokal melalui kegiatan ini di objek wisata seperti PDIKM, guna memulihkan ekonomi dan pariwisata yang terdampak bencana,” ujarnya.
Selain itu, lomba fotografi juga digelar bersamaan dengan tema serupa. Fotografer yang tergabung dalam komunitas Minang Photo Raun memanfaatkan para model dan lokasi PDIKM sebagai objek foto, dengan harapan foto-foto tersebut dapat mempromosikan PDIKM dan menarik lebih banyak wisatawan.
Acara ini ditutup dengan pengumuman pemenang lomba fashion show, di mana pemenang dari kategori harapan dan juara dipilih dari 15 model perempuan dan 15 model laki-laki. (mas)