TANAH DATAR, KP — Bencana banjir bandang atau galodo yang melanda Tanah Datar menyebabkan dua nagari, Padang Laweh dan Guguak Malalo, terisolasi total. Kondisi ini memaksa upaya evakuasi harus dilakukan melalui jalur air.
Bupati Tanah Datar Eka Putra langsung memimpin peninjauan dan proses evakuasi dengan menggunakan perahu (boat) menyusuri Danau Singkarak pada Kamis (27/11). Ia didampingi Ketua PMI Tanah Datar Lise Eka Putra dan rombongan.
Bencana yang dipicu hujan lebat ini mengakibatkan kerusakan parah dan memaksa total 2.674 jiwa warga di Padang Laweh, Sumpur, dan Guguak Malalo diungsikan ke tempat yang lebih aman.
Data sementara menunjukkan kerusakan masif. Puluhan rumah hanyut dan rusak berat, empat jembatan putus total, serta sejumlah sekolah dan rumah ibadah terdampak.
Melihat curah hujan yang masih tinggi, Bupati Eka Putra meminta masyarakat yang berada di tempat rawan segera diungsikan ke Tanjung Mutiara, Nagari Batu Taba, dan daerah sekitarnya melalui jalur Danau Singkarak.
Bupati juga menginstruksikan semua unsur yang terlibat untuk melaksanakan tugas dan tetap waspada. Kebutuhan pengungsi ditekankan tidak boleh terabaikan.
“Logistik, obat-obatan, selimut, dan kebutuhan mendesak lainnya harus segera tersedia. Kebutuhan pengungsi jangan sampai terabaikan,” tegasnya.
Dari laporan Camat Batipuh Selatan, sebanyak 125 orang pengungsi telah tiba di Jorong Tanjuang Mutiara. Sebagian dibawa ke rumah keluarga, sementara 65 orang sisanya mengungsi di Masjid Taqwa, Rumah Relawan Warga, dan TPA di Jorong Tanjung Mutiara. (yon)