PADANG, KP – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, berharap keberadaan Bank Nagari di berbagai daerah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama melalui berbagai kegiatan sosial yang dilaksanakan serta program yang ditawarkan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur setelah menunaikan Salat Zuhur berjemaah dan mengisi program Tausiah Ramadan di Kantor Pusat Bank Nagari, yang juga dikenal sebagai Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat (BPD Sumbar), Rabu (5/3).
“Di mana pun kantor Bank Nagari berada, kehadirannya harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat di sekitarnya. Hal ini dapat terwujud melalui berbagai kegiatan yang berbaur dengan masyarakat, mendukung aktivitas sosial, serta aspek lainnya,” ujar Gubernur dalam sambutannya.
Sementara itu, dalam tausiah yang disampaikan kepada karyawan Bank Nagari yang hadir secara luring maupun daring, Gubernur menekankan pentingnya memanfaatkan Ramadan sebagai kesempatan untuk meningkatkan ibadah dan memperkuat penghambaan diri kepada Allah SWT. Penghambaan diri tersebut diwujudkan melalui komitmen dalam menjalankan perintah Allah serta menjauhi segala larangan-Nya.
“Salah satu bentuk penghambaan kepada Allah adalah dengan mendahulukan kepentingan kepada-Nya dibandingkan kepentingan lain. Sebagai hamba, kita harus benar-benar menyadari bahwa Allah memiliki kekuasaan atas diri kita dan mengatur segala sesuatu,” ujar Gubernur.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam menjalani penghambaan kepada Allah, manusia telah dibekali pedoman berupa Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril. Al-Qur’an harus senantiasa dijadikan petunjuk dalam menjalani kehidupan di dunia, semata-mata demi meraih rida Allah di akhirat.
“Hal ini juga berlaku dalam melaksanakan tugas di tempat kerja masing-masing. Al-Qur’an harus menjadi pedoman bagi kita dalam bekerja,” ucap Gubernur dalam tausiah yang turut dihadiri oleh Komisaris Utama Bank Nagari, Andri Yulika; Komisaris Independen, Manar Fuadi dan Edrizanof; Direktur Utama, Gusti Chandra; jajaran direksi; serta pejabat terkait lainnya. (fai)