PADANG, KP — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga, melestarikan, dan mereaktivasi jalur kereta api (KA) di kawasan Lembah Anai. Pernyataan tegas ini sekaligus membantah isu liar mengenai rencana pembongkaran jembatan kereta api ikonik tersebut yang sempat memicu kekhawatiran masyarakat dan komunitas pegiat sejarah.
Gubernur mengaku terkejut dengan beredarnya isu pembongkaran yang berkembang tanpa koordinasi dengan dirinya sebagai kepala daerah. Menurut Mahyeldi, jalur kereta api Lembah Anai adalah aset heritage atau warisan budaya yang memiliki nilai edukasi dan sejarah tinggi bagi Sumatera Barat, sehingga kebijakan pemerintah tetap berfokus pada pemeliharaan dan pemanfaatan kembali di masa depan.
“Fokus kita adalah reaktivasi dan pelestarian, bukan pembongkaran. Saya pastikan Pemprov Sumbar tidak akan menyetujui langkah pembongkaran jalur tersebut karena ini menyangkut aset strategis dan bersejarah bagi kita semua,” tegas Mahyeldi, saat menerima audiensi komunitas heritage, di Istana Gubernur, Selasa (30/12).
Terkait surat dari Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan yang sempat beredar di ruang publik, Mahyeldi menilai telah terjadi kesalahan komunikasi di tingkat teknis karena ditanggapi tanpa melalui koordinasi dengan Pemprov Sumbar. Persoalan tersebut kini telah dikoreksi setelah Gubernur melakukan komunikasi langsung dengan Menteri Perhubungan serta Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang bersepakat untuk mengkaji secara komprehensif kelestarian jalur tersebut.
Gubernur juga menyampaikan, kebijakan menonaktifkan jalur kereta api di masa lalu adalah sebuah kekeliruan yang tidak boleh terulang. Dengan dukungan komunitas dan masyarakat, Pemprov Sumbar berkomitmen menjadikan reaktivasi jalur kereta api sebagai agenda prioritas untuk menghubungkan kembali pusat-pusat aktivitas masyarakat melalui moda transportasi massal yang bernilai sejarah. (mas)