AGAM, KP — Duka mendalam menyelimuti Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. Bencana banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan tersebut tidak hanya meluluhlantakkan puluhan rumah, tetapi juga merenggut dua nyawa warga, sementara satu orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi yang meninjau langsung lokasi bencana pada Kamis (27/11) tak bisa menyembunyikan keprihatinannya. Melihat kondisi lapangan yang porak-poranda, Mahyeldi langsung mengeluarkan instruksi keras kepada seluruh perangkat daerah. Ia meminta agar penanganan korban dan kebutuhan dasar menjadi prioritas mutlak, mengesampingkan urusan administrasi lainnya.
“BPBD dan relawan kita minta fokus dulu pada penyelamatan korban dan pemenuhan kebutuhan dasar. Itu dulu prioritas kita. Setelah itu baru yang lain, kasihan masyarakat,” ujar Mahyeldi.
Tidak hanya soal evakuasi, ia juga menuntut kecepatan dalam penyediaan logistik dan memerintahkan agar layanan kesehatan dan posko pengungsian segera beroperasi penuh. Bahkan, ia memberikan tenggat waktu khusus untuk pendirian dapur umum.
“Pendirian dapur umum juga harus segera. Saya minta malam ini itu sudah ada,” tegasnya.
Usai memastikan penanganan di Malalak berjalan, Gubernur beserta rombongan bergerak melanjutkan peninjauan ke Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman, yang juga terdampak bencana tanah longsor. (mas)