Harga Gabah Turun, Petani Mengeluh

Salah satu heler atau tempat penggilingan padi di Kota Payakumbuh.

PAYAKUMBUH, KP – Harga jual gabah di Kota Payakumbuh mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir, menyebabkan banyak petani mengeluh. Selain masalah harga, petani juga menghadapi penurunan hasil panen akibat serangan hama tikus dan burung.

Menurut petani, harga jual gabah saat ini turun menjadi Rp7.500 per kilogram dari sebelumnya Rp8.000 per kilogram. Hal itu diungkapkan Naswan (68 tahun), petani di Sawah Gadang, Kecamatan Payakumbuh Timur, saat menjual gabah ke Heler Kalikih, Kamis sore (4/7).

Menurutnya, penurunan harga jual gabah telah berlangsung sejak tahun lalu. Ia berharap harga dapat naik kembali dan hasil panen kembali normal.

Naswan menjelaskan, biasanya panen bisa mencapai 1,5 ton dalam satu kali panen. Namun sekarang hanya mencapai 750 kilogram. Hal itu disebabkan serangan hama tikus dan burung.

Sementara, karyawan Heler Kaliki, Antoni Putra (43 tahun), mengakui adanya penurunan harga beli gabah yang terjadi sejak dua tahun terakhir. Selain itu, akibat serangan hama menyebabkan suplai gabah ke heler berkurang. “Bahkan pernah tidak ada gabah yang masuk,” ungkapnya. (dst)

Related posts

Pemko Padang Panjang Mulai Bangun 10 Huntap di Tanah Hitam, Wujudkan Hunian Layak bagi Korban Galodo

Alih Fungsi Lahan Ancam Ketahanan Pangan Sumbar

17 Paket Irigasi Disiapkan, Pemko Padang Kejar Pemulihan Sawah