Hendri-Hidayat Targetkan Reformasi Birokrasi Transparan di Padang

CALON Wakil Wali Kota Padang, Hidayat, memaparkan visi dan misinya dalam diskusi terbuka yang diadakan Forum Wartawan Parlemen (FWP) Padang di salah satu kafe di pusat Kota Padang, Senin (28/10).

PADANG, KP – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang, Hendri Septa dan Hidayat, memaparkan visi dan misi mereka dalam diskusi terbuka yang diadakan Forum Wartawan Parlemen (FWP) Padang di salah satu kafe di pusat Kota Padang, Senin (28/10).

Diskusi ini berlangsung santai namun serius, dipandu oleh Ketua FWP, Al Imran, dengan tema “Membangun Tata Kelola Berbasis Meritokrasi, Didukung oleh Pelayanan Pemerintahan Transparan melalui Jaringan Digital.”

Hidayat, calon Wakil Wali Kota Padang, membuka presentasinya dengan memperkenalkan konsep “Metropolitan Maju Berkelanjutan dengan Iman, Taqwa, dan Kualitas.” Menurutnya, visi ini bukan sekadar slogan, tetapi mencakup nilai spiritual yang dipadukan dengan profesionalisme dalam pemerintahan.

Hidayat menekankan, pentingnya integritas dan transparansi dalam membangun pemerintahan modern, dengan keimanan dan taqwa sebagai fondasi utamanya. “Pemerintahan yang baik harus mencerminkan kualitas iman dan kerja yang tinggi,” tegasnya.

Salah satu prioritas visi Hidayat adalah penerapan meritokrasi dalam tata kelola. Meritokrasi, katanya, adalah cara efektif untuk menciptakan pemerintahan yang transparan, adil, dan berdaya saing. Setiap individu diharapkan menduduki posisi sesuai kemampuan, bukan karena hubungan atau status. “Untuk perubahan nyata di Padang, reformasi birokrasi yang kompeten sangat penting,” ujarnya.

Ia mengakui tantangan dalam menerapkan sistem ini, termasuk resistensi dari mereka yang nyaman dengan status quo. Namun, Hidayat menegaskan pentingnya perubahan demi kebaikan bersama, termasuk membangun mekanisme seleksi yang adil dan transparan.

Hidayat juga menekankan perlunya sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.

Ia menyebutkan bahwa dukungan masyarakat esensial dalam pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. “Pembangunan berkelanjutan tidak hanya soal fisik, tetapi juga mentalitas dan kebersamaan,” tambahnya.

Dalam konteks teknologi, Hidayat menilai transparansi pemerintahan harus didukung oleh digitalisasi. Teknologi memungkinkan masyarakat untuk memantau kinerja pemerintah dengan lebih mudah dan memastikan tidak ada ruang bagi penyalahgunaan wewenang. “Dengan digitalisasi, masyarakat bisa mengawasi setiap tindakan pemerintah,” jelasnya.

Di akhir pemaparannya, Hidayat menegaskan pentingnya kerja sama erat antara pemerintah dan masyarakat untuk mencapai pembangunan Kota Padang yang maju dan berkelanjutan. “Meritokrasi, transparansi, dan teknologi digital adalah kunci perubahan positif yang kami tawarkan untuk Padang,” pungkasnya dengan optimis.

Acara ini tidak hanya memperkenalkan program pasangan Hendri Septa – Hidayat, tetapi juga menjadi forum bagi masyarakat Padang untuk menyampaikan pandangan mereka, memperlihatkan bahwa meritokrasi dan transparansi dalam pemerintahan sangat diharapkan untuk perubahan tata kelola di Kota Padang. (bim)

Related posts

Gubernur Sumbar Geram, Sindir Abu Janda dengan Ungkapan Minang

DPRD Sumbar Kawal Rehabilitasi Jalan Strategis di Pasaman-Pasbar

Tangkal Degradasi Moral, Gubernur Mahyeldi Luncurkan Sistem Pendidikan Berbasis Surau