HNSI Sumbar Apresiasi Ketegasan Wagub Vasko terhadap Kapal Pengguna Pukat Hela

H.Lazuardi Erman

JAKARTA,KP-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumatera Barat menyampaikan apresiasi atas ketegasan Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, dalam menindak kapal nelayan yang menggunakan alat tangkap pukat hela (mini trawl) di wilayah laut Sumatera Barat.

“Tindakan tegas Pak Wagub kami apresiasi dan dukung penuh karena memberikan perlindungan terhadap nelayan tradisional dan kelestarian lingkungan laut,” ujar Ketua DPD HNSI Sumbar, H. Lazuardi Erman, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/6/2025).

Menurut Lazuardi, langkah yang diambil Wagub Vasko merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ekosistem laut dan hak nelayan lokal. Praktik penangkapan ikan dengan alat tidak ramah lingkungan dinilai telah merugikan nelayan tradisional serta bertentangan dengan semangat blue economy yang digaungkan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sebelumnya, para nelayan tradisional Air Bangis telah melaporkan maraknya aktivitas ilegal berupa penggunaan mini trawl dan pukat harimau yang meresahkan. Laporan tersebut langsung direspons oleh Pemprov Sumbar.

Rizal, perwakilan nelayan Air Bangis, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan langsung Wagub Vasko yang memimpin operasi penertiban pada 12 Mei 2025, meski dihadang gelombang tinggi dan cuaca buruk.

“Kami sangat menghargai kepedulian dan aksi nyata Pak Wagub. Ini menunjukkan pemerintah hadir dan berpihak pada nelayan kecil,” ujar Rizal, Jumat (30/5/2025).

Nelayan berharap tindakan tegas ini memberi efek jera bagi kapal dari luar daerah yang kerap masuk ke perairan Sumbar menggunakan alat tangkap terlarang. Mereka meminta aparat penegak hukum tidak melepaskan kapal yang telah ditangkap agar proses hukum berjalan maksimal.

“Jika kapal dilepaskan begitu saja, pelaku akan menganggap pelanggaran tidak memiliki konsekuensi. Ini bisa menjadi preseden buruk bagi upaya pemberantasan ilegal fishing di Sumatera Barat,” tegas Rizal.

Para nelayan juga berharap langkah yang telah dimulai ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan laut Sumbar yang aman, lestari, dan berkeadilan bagi nelayan tradisional.

Related posts

Investasi Rp2,2 Triliun Masuk Padang, Tiga Hotel dan Lapangan Golf Segera Dibangun

Pemko Padang Gandeng Ombudsman, Perkuat Layanan Publik

Nanda Satria Ajak Bundo Kanduang Perkuat Pendidikan Karakter Anak