PESISIR SELATAN, KP — Kawasan wisata bahari Mandeh kembali mencuri perhatian, kali ini karena potensi energi terbarukannya. Investor asal Jepang menunjukkan minat besar membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bukik Ameh, salah satu lokasi strategis di kawasan Mandeh.
Rombongan investor meninjau lokasi pembangunan Rabu (29/10), didampingi PT Awina Sinergi International, dan disambut Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni beserta pejabat OPD. Perwakilan PT Awina menyebut Bukik Ameh ideal untuk instalasi panel surya berskala besar dengan potensi daya 50–100 megawatt (MW).
“Kawasan ini punya kombinasi sempurna antara ketersediaan lahan dan potensi energi matahari besar. Dengan dukungan pemerintah daerah, kami optimistis proyek ini segera terwujud,” ujar perwakilan investor Jepang.
Bupati Hendrajoni menyambut positif rencana tersebut. Ia menegaskan pembangunan PLTS membuka babak baru pembangunan berkelanjutan di daerah. “Mandeh bukan hanya soal wisata. Kami ingin kawasan ini juga dikenal sebagai pusat energi terbarukan di Sumatera Barat. Pemerintah daerah siap mendukung penuh proses investasi dengan transparansi dan akuntabilitas,” tegas Hendrajoni.
Proyek PLTS ini diharapkan memenuhi kebutuhan listrik wilayah pesisir, memperkuat infrastruktur pariwisata, dan membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal. Selain itu, proyek hingga 100 MW ini sejalan dengan target pemerintah pusat yang menargetkan porsi energi terbarukan 23 persen dalam bauran energi nasional.
Pemerintah daerah berharap kerja sama dengan investor Jepang segera diformalkan melalui MoU agar Mandeh menjadi destinasi wisata sekaligus energi yang membanggakan. (don)