PAYAKUMBUH, KP – Pj. Ketua Dekranasda Kota Payakumbuh, Elfriza Zaharman yang akrab disapa Cece, mengapresiasi langkah Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang dalam mengembangkan produk seni kriya, baik untuk kebutuhan pribadi maupun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal ini disampaikan Cece saat menghadiri Kriya Expo ke-7 di Pondok Promosi Ngalau Indah, Payakumbuh, Sabtu lalu (7/9).
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor ISI Padang Panjang beserta jajaran, serta sejumlah pejabat kota Payakumbuh, termasuk Kepala Disnakerperin Yunida Fatwa, Kepala Disparpora Nofriwandi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Faisal, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dasril.
“Di tengah krisis lingkungan global, seni tradisional dan kriya lokal memiliki potensi besar dalam menawarkan solusi berbasis alam yang berkelanjutan. Kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun menyimpan praktik hidup harmonis dengan alam, sementara seni tradisional menyeimbangkan estetika dan kelestarian alam,” ujar Cece.
Lebih lanjut ia menjelaskan, setiap karya yang ditampilkan dalam Kriya Expo mengandung pesan kuat tentang pentingnya konservasi lingkungan. Seni kriya diharapkan menjadi media yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dengan pendekatan tradisi dan seni kontemporer.
Ia optimis Kriya Expo dapat mendorong pertumbuhan industri kreatif di Payakumbuh dan Sumatera Barat secara keseluruhan. Ia juga menekankan pentingnya dukungan terus-menerus dalam pameran ini untuk memperkuat UMKM lokal dan mempromosikan produk unggulan kota.
Kriya Expo ke-7 menampilkan pameran seni kriya yang ramah lingkungan, di mana setiap peserta diwajibkan menggunakan bahan daur ulang dan material alami seperti bambu, kayu, dan tanah liat. Pameran ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa kreativitas dapat sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. (dst)