PADANG, KP – Dinas Pertanian Kota Padang mengingatkan masyarakat dan panitia kurban agar lebih cermat memilih hewan kurban guna memastikan kelayakan dan kesehatannya menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yulianti, mengatakan masih banyak masyarakat belum memahami indikator kesehatan hewan, sehingga berisiko memilih ternak yang tidak memenuhi syarat.
“Yang harus diwaspadai itu kondisi fisik hewan. Jangan sampai memilih hewan yang terlihat lesu, sakit, atau memiliki cacat,” ujarnya, Kamis (23/4) dilansir dari katasumbar.com
Ia menjelaskan, salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah adanya cairan keluar dari hidung, telinga, atau anus, yang dapat menjadi indikasi hewan tidak sehat.
Selain itu, kondisi bulu juga menjadi indikator penting. Hewan yang layak kurban memiliki bulu bersih dan mengilap, sedangkan bulu kusam perlu diwaspadai.
Dari sisi fisik, hewan kurban harus tidak cacat, tidak pincang, dan memiliki postur tubuh normal. Hewan juga wajib berusia minimal dua tahun, yang ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.
“Pastikan juga usianya cukup, minimal dua tahun. Itu bisa dilihat dari giginya. Kemudian harus jantan dan dalam kondisi sehat,” katanya.
Ia menambahkan, hewan kurban sebaiknya berjenis kelamin jantan dan bukan betina produktif untuk menjaga keberlangsungan populasi ternak.
Untuk memastikan kelayakan, Dinas Pertanian akan melakukan pemeriksaan langsung ke kandang penampungan di berbagai kecamatan. Hewan yang dinyatakan sehat akan diberi label resmi dari Pemerintah Kota Padang.
“Kalau tidak ada tanda dari dinas, sebaiknya jangan dibeli karena kita tidak tahu kondisi kesehatannya,” tegasnya. (ksc)