PASAMAN, KP — Puskesmas Lubuk Sikaping menggencarkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan metode jemput bola hingga ke instansi pemerintah danpelosok nagari.
Langkah agresif ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mendeteksi dini penyakit berisiko yang kerap tidak bergejala pada tahap awal.
Penanggung jawab program, Ns. Indri Wardani mengatakan, kegiatan telah berjalan sejak Januari 2026 dengan menyasar seluruh lapisan masyarakat. “Kami turun langsung ke lapangan, tidak hanya ke OPD tetapi juga ke jorong dan nagari,” ujarnya, Rabu (24/6).
Sejumlah instansi yang telah mendapat layanan antara lain Disdukcapil, Sekretariat Daerah, Bakeuda, Inspektorat, BKPSDM, Bappeda, Kesbangpol, hingga Diskominfo Pasaman. Pemeriksaan juga dilakukan di lokasi SPPG Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam pelaksanaannya, tim medis yang terdiri dari tenaga laboratorium dan bidan melakukan pemeriksaan dasar seperti tekanan darah dan gula darah.
Sepanjang 2026, Puskesmas menargetkan 13.908 warga atau sekitar 46 persen dari total penduduk wilayah kerja dapat mengikuti program ini.
Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan sejumlah faktor risiko dominan seperti hipertensi, gula darah tinggi, hingga obesitas.
“Banyak penyakit tidak bergejala di awal. Karena itu, masyarakat yang belum diperiksa kami imbau segera memanfaatkan layanan ini,” kata Indri.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang telah terdeteksi memiliki risiko untuk rutin berobat dan menerapkan pola hidup sehat.
Program jemput bola ini mendapat respons positif dari masyarakat. Terpisah, Kepala Diskominfo Pasaman, Fatrizon, menilai layanan tersebut memudahkan pegawai mendapatkan pemeriksaan tanpa harus ke fasilitas kesehatan. “Pelayanan menjadi lebih mudah diakses,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Fauza Aryani, salah seorang pegawai yang telah mengikuti pemeriksaan. “Pelayanannya cepat dan praktis karena bisa langsung di kantor,” katanya.
Melalui program ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin diharapkan terus meningkat, sehingga penyakit dapat dideteksi dan ditangani lebih dini. (*/nda)