LIMAPULUH KOTA, KP – Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, mengajak Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan Bundo Kanduang untuk tidak menutup diri menghadapi globalisasi. Ia mendorong mereka untuk memanfaatkan kemajuan teknologi sambil tetap memperkukuh jati diri anak kemenakan berdasarkan falsafah hidup ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah’ (ABS-SBK).
Hal itu dikatakan Bupati Safaruddin dalam sambutannya pada acara Alek Gadang pengukuhan pengurus KAN dan Bundo Kanduang Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, di halaman kantor KAN setempat, Minggu (1/9).
“Kami berharap pengurus KAN dan Bundo Kanduang Batu Payuang yang baru dilantik dapat bersinergi dan menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintahan nagari. Hal ini penting untuk percepatan pembangunan demi mewujudkan Limapuluh Kota yang madani, beradat, dan berbudi dalam kerangka ABS-SBK,” ujar Bupati Safaruddin
Acara tersebut dihadiri puluhan niniak mamak dan bundo kanduang yang mengenakan baju adat kebesaran mereka. Turut hadir Ketua TP-PKK Nevi Safaruddin, Ketua Bundo Kanduang Limapuluh Kota Nengsih, Camat Lareh Sago Halaban Wahyu Marmora, unsur forkopimca, serta Wali Nagari se-Kecamatan Lareh Sago Halaban.
“KAN dan Bundo Kanduang memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan masyarakat. Kami yakin pengurus KAN dan Bundo Kanduang yang baru dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dan pembangunan Nagari Batu Payuang ke arah yang lebih baik,” katanya.
Bupati Safaruddin juga berpesan agar pengurus KAN dan Bundo Kanduang terus bekerja keras, berkarya, dan berperan aktif dalam berbagai bidang pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga sosial budaya. (dst)