PADANG, KP – Setelah mengantongi akta yang otentik, saat ini perkumpulan Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) akan berfokus pada pengembangan sayap organisasi ke seluruh penjuru nusantara. Hal itu dikatakan pencetus KJI, Andarizal, dalam konferensi pers di Padang, Minggu (7/1).
“Kita adalah kumpulan orang-orang profesional yang dalam bekerja selalu dituntut untuk menjaga profesionalitas,” ungkapnya pada awak media di sekretariat KJI, Jl. Delima Nomor 77-F Ujung Gurun, Kota Padang.
Ia menjelaskan, dalam berorganisasi, pengurus dan anggota KJI harus profesional dan taat pada kaidah-kaidah hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Alhamdulillah, saat ini KJI telah berbadan hukum sah sebagai organisasi kewartawanan di Republik Indonesia meskipun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ada di daerah. Ini sejarah baru bagi Sumbar,” tambahnya.
Sebagai pencetus dan salah satu pemikir organisasi KJI, Andarizal berharap keseriusan dari rekan yang tergabung di dalamnya untuk mengembangkan sayap organisasi hingga ke pelosok nusantara.
“Sebagai ujung tombak, kita support dan selalu dorong pengurus KJI dalam pengembangan organisasi. Ini langkah awal. Memang tidak mudah dan banyak tantangan. Oleh sebab itu, mari bersama-sama saling mendukung dan melengkapi,” pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Wilayah 2 DPP KJI, Wyndo Regandha, mengaku optimis dalam mengemban amanah yang diberikan.
“Terimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan, dan insyaallah amanah ini akan dilaksanakan sebaik mungkin,” ucapnya.
Wyndo yang dikenal sebagai ‘raja media online’ Indonesia itu mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam mewujudkan visi dan misi KJI ke depannya.
“Menjaga solidaritas dan komunikasi yang objektif dan transparan sangat penting dalam sebuah organisasi. Sebab, melalui keterbukaan semua persepsi negatif akan hilang,” tuturnya.
Wyndo juga mengingatkan bahwa menjaga marwah organisasi jauh lebih penting di atas segala-galanya. (mas)