PADANG, KP – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyalurkan bantuan total senilai Rp30,3 miliar guna memulihkan ekonomi warga terdampak bencana di Sumatera Barat. Bantuan ini difokuskan sebagai fondasi peningkatan kapasitas kerja dan kemandirian masyarakat pascafase tanggap darurat.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan bahwa bantuan produktif ini merupakan kelanjutan dari aksi relawan Kemnaker Peduli yang sebelumnya telah bergerak di bidang logistik pada Desember 2025 lalu.
“Bantuan ini adalah lanjutan dari aksi tanggap darurat kita. Sekarang kita masuk ke fase yang lebih krusial, yaitu recovery ekonomi agar masyarakat kembali berdaya,” ujar Yassierli melalui keterangan resminya, Jumat (13/2).
Adapun rincian bantuan produktif senilai Rp30,3 miliar tersebut meliputi pembangunan 5 unit Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) serta dua unit sumur bor dan mesin air, paket pelatihan vokasi dan sertifikasi yang menyasar 5.008 warga, program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) bagi 100 orang dan 20 paket program Padat Karya, serta bantuan langsung tunai untuk 125 orang terdampak bencana.
Untuk mempercepat proses ini, Menaker telah mengerahkan seluruh Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) di Pulau Sumatera, mulai dari Padang, Medan, hingga Banda Aceh sebagai garda terdepan.
Sementara, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengapresiasi intervensi strategis ini, mengingat kerugian akibat bencana November tahun lalu mencapai lebih dari Rp33 triliun. Ia menilai program seperti Padat Karya sangat relevan dalam membangkitkan kembali ekonomi lokal, terutama bagi sektor UMKM yang menjadi tulang punggung daerah.
“Pemulihan pascabencana bukan hanya membangun kembali yang rusak, tetapi menguatkan kembali ekonomi masyarakat melalui kolaborasi dan semangat gotong royong,” ujar Mahyeldi. (ak/*)