Ketua DPRD Sumbar Harapkan Penyuluh Sosial Berkeliling Antisipasi Pekat

Ketua DPRD Sumbar Supardi berfoto bersama pada kegiatan Penyuluhan Sosial Keliling di Hotel Mangkuto, Payakumbuh.

PAYAKUMBUH, KP – Ketua DPRD Sumbar Supardi menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengatasi permasalahan sosial dan penyakit masyarakat, termasuk di Payakumbuh. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Penyuluhan Sosial Keliling di Hotel Mangkuto, Payakumbuh, baru-baru ini.

Supardi menyatakan, permasalahan sosial seperti kemiskinan, pengangguran, dan perceraian sering menjadi sumber dari kriminalitas dan tindak pidana lainnya. Menurutnya, langkah antisipasi dari semua pihak sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini.

“Berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan, pengangguran, dan perceraian merupakan awal dari berbagai masalah. Dari persoalan tersebut akan muncul masalah narkoba, pencurian, LGBT, stunting, dan sebagainya,” ujarnya.

Supardi menambahkan, menghapuskan kriminalitas sangat sulit dilakukan jika permasalahan sosial masih dibiarkan dan dianggap sepele oleh masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif masyarakat untuk mengatasi berbagai persoalan ini.

“Mustahil narkoba, LGBT, dan kriminalitas lainnya diberantas jika hulunya dibiarkan. Untuk mengurangi atau menghapus kriminalitas, yang perlu diperbaiki adalah persoalan sosial,” jelas Supardi.

Penyuluhan Sosial Keliling merupakan program pemberdayaan sosial dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat yang bertujuan memberikan pemahaman tentang berbagai persoalan sosial kepada masyarakat. Kegiatan di Payakumbuh ini didanai dari dana pokok pikiran (pokir) Ketua DPRD Sumbar, Supardi.

“Kegiatan ini sengaja diadakan di Payakumbuh selain untuk mengantisipasi berbagai persoalan, juga untuk mengajak seluruh masyarakat berperan aktif memberantas persoalan sosial, sehingga Payakumbuh menjadi kota yang maju, mandiri, dan berkarakter,” sebut Supardi.

Sementara, Ketua Tim Pelaksana Dinas Sosial, Ismil, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menambah wawasan masyarakat mengenai berbagai isu sosial.

“Setiap tahun tema yang diangkat berbeda. Tahun 2024 ini peserta diberikan pemahaman tentang persoalan LGBT, dan untuk itu dihadirkan narasumber yang paham terkait persoalan ini,” jelas Ismil.

Program Penyuluhan Sosial Keliling akan dilaksanakan sebanyak 18 kali, dengan setiap kelas berjumlah 80 orang. Kegiatan ini mengundang masyarakat dari setiap kelurahan di Kota Payakumbuh. (fai)

 

Related posts

Hari Kelima, Dua Pelajar SD Tenggelam di Pantai Ujung Karang Masih Dicari

Digerebek Warga, Sepasang Kekasih Diamankan Satpol PP di Parupuk Tabing

312 Mahasiswa UNES Diterjunkan Verifikasi Padang Rancak Award