Ketua DPRD Sumbar Kunjungi Situs Menhir Berusia 6000 Tahun

KETUA DPRD Sumbar, Supardi saat melihat kondisi situs menhir yang tidak terawat di Jorong Ampang Gadang, Nagari Tujuh Koto Talago, Kabupaten Limapuluhkota, Rabu (17/7).

LIMAPULUHKOTA, KP – Ketua DPRD Sumbar, Supardi, mengunjungi situs menhir yang kurang terawat di Jorong Ampang Gadang, Nagari Tujuh Koto Talago, Kabupaten Limapuluhkota, Rabu (17/7).

Selama kunjungan tersebut, terlihat bahwa sekitar menhir sudah ditumbuhi ilalang yang bahkan menutupi relief yang terukir pada menhir. “Ke depan kita akan perhatikan situs peninggalan masa lalu yang ada di Payakumbuh dan Limapuluhkota,” kata Supardi saat meninjau situs peninggalan tersebut.

Dia menambahkan bahwa menhir yang terdapat di Luhak Limapuluh (Payakumbuh dan Limapuluhkota) memiliki potensi menjadi daya tarik bagi wisatawan dari berbagai daerah, sehingga harus ada perhatian khusus dari pemerintah.

Seluruh situs menhir di Limapuluhkota diperkirakan berumur enam ribu tahun sebelum Masehi. Menhir di Tujuh Koto Talago telah diteliti oleh para ahli dan hasilnya sedang ditunggu. Pada tahun 2005, situs tersebut telah diekskavasi oleh LIPI dengan mencabut tiga menhir untuk diteliti. Setelah hasilnya keluar, menhir akan ditata kembali.

Sementara itu, Kepala Jorong Ampang Gadang, Afrizal, mengatakan bahwa situs menhir di Ampang Gadang berjumlah sembilan. Salah satunya berada di luar pagar menhir yang berjejer, namun pagar tersebut rusak dan belum diperbaiki.

Menhir Ampang Gadang tercatat sebagai cagar budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar dengan nomor inventaris 11/BCB-TB/A/10/2007. Lokasinya berada di Jalan Sungai Batang Maek, Jorong Ampang Gadang, Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan. Secara astronomis, cagar budaya ini berada di titik: 0° 0′ 35.200″ N 100° 29′ 18.100″ E.

Secara geografis, situs cagar budaya Bakal Menhir Ampang Gadang berada di tepi Sungai Batang Maek dengan ketinggian 375 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Bakal Menhir Ampang Gadang memiliki luas bangunan 7 m x 1,5 m dengan luas lahan 6 m x 6 m. Situs ini berada sekitar 1 km di sebelah barat situs Ampang Gadang I, di tepi aliran Sungai Batang Maek. (fai)

 

Related posts

Pemko Padang Panjang Mulai Bangun 10 Huntap di Tanah Hitam, Wujudkan Hunian Layak bagi Korban Galodo

Alih Fungsi Lahan Ancam Ketahanan Pangan Sumbar

17 Paket Irigasi Disiapkan, Pemko Padang Kejar Pemulihan Sawah